SALAM

السلام عليكم ورحمتلاهي وبركاته ومغفراتهو وريذوانهء

Senin, 04 Februari 2013

SHALAT ALA NABI MUHAMMAD SAW.

Rasulullah saw. bersabda,

”Kunci shalat itu adalah suci, pembukanya adalah takbir dan penutupnya adalah salam.”
[Abu Dawud, Tirmizi dan dishahihkan olehnya dan disepakati oleh Adz Dzahabi] 


Kali ini q ingin menyajikan shalat yang dilakukan Nabi Muhammad saw., bacaan dalam shalatnya berikut gerakannya. Tulisan ini diperkuat dengan hadits yang shahih.










1. NIAT

Rasulullah saw. bersabda,
”Pekerjaan-pekerjaan itu tidak lain hanyalah dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang itu akan mendapatkan apa yang diniatkannya.”
[Bukhari & Muslim] 


2. TAKBIRATUL IHRAM

a. Rasulullah saw. bersabda,

”Sesungguhnya tidaklah sempurna shalat salah seorang diantara manusia tanpa:
• BerWUDHU dan meletakkan wudhu pada tempatnya.
• Berkata ’ALLAHU AKBAR’ saat memulai shalat.”

[Thabrani, dengan isnad yang shahih]


b. Dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata,

“Aku melihat Rasulullah saw. MENGANGKAT KEDUA TANGAN hingga sejajar pundak ketika memulai shalat, SEBELUM RUKUK dan ketika BANGUN DARI RUKUK.
Beliau tidak mengangkatnya DI ANTARA 2 SUJUD.” 

[Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmed bin Hanbal, Malik & Ad Darami]


c. Diriwayatkan bahwa 

Rasulullah saw. mengangkat kedua tangannya sambil meluruskan jari-jemarinya, tidak merenggangkannya dan tidak pula menggenggamnya.
[Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah, Tamam, Al Hakim dan disahihkan olehnya dan disepakati oleh Adz Dzahabi]


d. Rasulullah saw. memulai shalat dengan kata-kata 

’ALLAHU AKBAR’. (Allah Maha Besar)
[Muslim & Ibnu Majah] 


3. BERSEDEKAP 

a. Dari Wa’il bin Hujr ra., katanya dia melihat Rasulullah saw.,

... Kemudian dilipatkannya bajunya lalu diletakkannya tangan kanan diatas tangan kiri. 
Ketika beliau hendak ruku’ dikeluarkannya kedua tangannya dari lipatan bajunya, kemudian diangkatnya sambil membaca takbir, lalu beliau ruku’. 
[Muslim] 


b. Beliau melarang untuk 

meletakkan tangan di atas lambung (perut) di dalam shalat.
[Bukhari & Muslim]


4. BACAAN IFTITAH

Dari Ibnu Umar bin Khattab ra., katanya,
“Ketika kami sedang shalat bersama-sama Rasulullah saw., tiba-tiba ada seorang laki-laki dalam jamaah membaca, ‘ALLAAHU AKBAR KABIIRAA WALHAMDULILLAHI KATSIIRAA WA SUBHAANALLAAHU BUKRATAW WASHIILAA (Allah maha besar sebesar-besarnya, pujian yang tak terhenti bagi Allah, maha suci Allah sepanjang pagi dan petang).’ 
Maka bertanya Rasulullah saw., “Siapa yang membaca kalimat itu tadi? 
Jawab laki-laki itu, ‘Saya, wahai Rasulullah!
Sabda Rasulullah saw., ’Aku kagum dengan kalimat itu, karenanya dibukakan segala pintu langit’.”
Kata Ibnu Umar, ”Aku tidak pernah lupa membacanya sejak kudengar Rasulullah saw. membacanya.” 
[HR. Muslim]


5. MEMBACA TA’AWUDZ SEBELUM AL-FATIHAH

Sebelum membaca surat Al-Fatihah, Rasulullah saw. mengucapkan TA’AUDZ’, 

“A’UUDZU BILLAAHI MINAS SYAITHANNIR RAJIIM MIN HAMZIHII WA NAFKHIHII WA NAFTSIH (Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk, dari kesombongannya dan sihirnya serta godaannya)”. 
[Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Baihaqi] 


6. MEMBACA SURAT AL-FATIHAH 


Dari Ubadah bin Shamit ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda, 

“TIDAK SAH shalatnya orang yang tidak membaca Surat Al-Fatihah.” 
[Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmed & Ad Darami] 


7. MEMBACA AYAT SESUDAH AL-FATIHAH

Dari Atha’ ra., katanya Abu Hurairah ra. berujar,
“Dalam setiap shalat Rasulullah saw. SELALU MEMBACA (ayat)...”.
Lalu seorang laki-laki bertanya, “Bagaimana kalau tidak kutambah lagi bacaanku selain membaca Al-Fatihah?” 
Jawab Abu Hurairah, “Jika anda tambah lebih baik, jika tidak maka Al-Fatihah sudah cukup. 
[HR. Muslim]


8. RUKUK 


a. Dari ‘Aisyah ra., katanya,
“Rasulullah saw. memulai shalat dengan takbir. Sesudah itu membaca surat Al-Fatihah. Apabila Beliau RUKU’, kepalanya tidak mendongak dan tidak pula menunduk, tetapi pertengahan (sehingga kepala Beliau kelihatan rata dengan punggung)”.
[HR. Muslim]


b. Dari Hudzaifah ra., katanya ia melihat Rasulullah saw. rukuk dengan mengucapkan, “Maha Suci Tuhan yang Maha Agung”. 3 kali.
Rasulullah saw. bersabda, 

“Apabila salah seorang dari kamu mengucapkan ‘SUBHANAA RABIIAL ADZIMII’, tiga kali, maka telah sempurnalah rukuknya”. 
[HR. Tirmizi, Abu Dawud, Nasai & Ibnu Majah] 


9. I’TIDAL 


Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. bersabda, 


“Sesungguhnya imam itu untuk diikuti. Karena itu, maka janganlah kalian menyalahinya... Bila ia membaca ‘sami’allahu liman hamidah’, maka bacalah ‘ALLAHUMMAA RABBANAA LAKAL HAMDUU’...”. 
[HR. Bukhari, Muslim, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah] 


10. SUJUD
a. Rasulullah saw. mengajarkan,
“Apabila salah seorang dari kamu bersujud, hendaklah ia mengucapkan ‘SUBHANAA RABIIAL A’LAA, tiga kali, dan itulah yang paling sedikit”.
[HR. Tirmizi, Abu Dawud, Nasa’i & Ibnu Majah] 


b. Dari Al Barra’ ra., katanya Rasulullah saw. bersabda,

“Apabila engkau sujud, letakkan telapak tanganmu dan tinggikan kedua sikumu”.
[HR. Muslim] 


c. Dari Maimunah ra., isteri Rasulullah saw. katanya,
“Apabila Rasulullah saw. sujud direnggangkannya kedua sikunya dari rusuk, sehingga kelihatan putih ketiak Beliau.”
[HR. Muslim] 


d. Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata,

“Rasulullah saw. diperintahkan untuk sujud dengan 7 anggota badan. DILARANG menutupi dahinya dengan rambut atau kain”.
[HR. Bukhari, Muslim, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmed bin Hanbal dan Ad-Darami] 


e. Dari Ibnu Abbas ra. mengatakan bahwa 7 Anggota Badan itu, ialah:
1. Wajah yaitu dahi dan hidung. 
2-3. Kedua belah telapak tangan. 
4-5. Kedua ujung lutut. 
6-7. Kedua ujung kaki. 
[HR. Muslim]


11. TASYAHUD

a. Dari Amir bin Abdullah bin Zubair ra., dari bapaknya, katanya,
“Apabila Rasulullah saw. duduk TASYAHUD dalam shalat, diletakkannya tangan kanan diatas paha kanan, tangan kiri diatas paha kiri. Beliau menunjuk dengan telunjuk, meletakkan ibu jari di jari tengah serta meletakkan telapak tangan kiri di atas lutut”.
[HR. Muslim] 


b. Dari Maimunah ra., isteri Rasulullah saw., katanya, 

“… dan apabila Beliau duduk antara dua sujud dan pada tasyahud awal, Beliau duduk tenang di atas pahanya yang kiri.”
[HR. Muslim] 


c. Dari Abdullah bin Mas’ud ra., dia berkata, 

”... Suatu hari Rasulullah saw. bersabda kepada kami, 
’Sesungguhnya Allah adalah keselamatan itu sendiri. Jadi apabila salah seorang di antara engkau duduk (membaca tasyahud) hendaknya membaca,

• ’ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH. ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH. ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN (Segala kehormatan, semua rahmat dan semua yang baik itu milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya dilimpahkan kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan dilimpahkan kepada kami dan kepada para hamba Allah yang shaleh .
Apabila dia telah membacanya, maka keselamatan itu akan menyebar kepada semua hamba Allah yang saleh baik yang di langit maupun yang di bumi).

• ‘ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH’ (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad hambaNya dan RasulNya).

• Kemudian berdoalah sesukanya’.” 

[HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmed bin Hanbal] 


12. TASYAHUD AKHIR

Dari Abdullah bin Abu Laila ra., dia berkata, “… Rasulullah saw. bersabda,
‘Bacalah, ‘KAMAA SHALLAITAA ‘ALAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI IBRAAHIIM. WA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD. KAMAA BAARAKTA ‘ALAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI IBRAAHIIM. FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID (Ya Allah, limpahkan kesejahteraan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan kesejahteraan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau maha terpuji lagi mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau maha terpuji lagi maha mulia)’.” 
[HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmed bin Hanbal] 


13. SALAM


a. Dari Abu Ma’mar ra., katanya,
“Seorang Amir (pemimpin) dari Makkah menyudahi shalat dengan DUA KALI SALAM. 
Maka bertanya Abdullah, ’Dari mana anda peroleh cara begitu?’ 
Kata Al Hakam didalam haditsnya, ’Sesungguhnya Rasulullah saw. melakukan seperti itu’.” 
[HR. Muslim] 

b. Dari Amir bin Sa’ad ra., dari bapaknya (Sa’ad bin Abi Waqash ra.), katanya,

“Aku melihat Rasulullah saw. memberi salam KE KANAN DAN KE KIRI, sehingga terlihat olehku putih pipi Beliau”.
[HR. Muslim]

--***--


Disadur dari Kitab Hadits Terjemah Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar