SALAM

السلام عليكم ورحمتلاهي وبركاته ومغفراتهو وريذوانهء

Selasa, 10 Januari 2012

DU'A IFTITAH

Bila qt mendirikan Shalat, baik itu fardhu maupun sunnah, kecuali untuk Shalat Jenazah dan Shalat Ghaib, pastilah qt membaca Du'a Iftitah setelah Takbiratul Ihram, yang dilatinkan sebagai berikut,

“Allaahu Akbaru kabira walhamdulillaahi kathsira wa subhanallaahi bukratau wa’asiila. INNI WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZI FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAH WAMA ANA MINAL MUSRIKIN. INNA SHALATI WANUSUKI WAMAHYAAYA WAMAMAATI LILLAAHI RABBIL’ALAMIIN. LAA SYARIIKALLAAHU WABIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIN."






1. Surat Al-An’am (6): 79
Tahukah kalian bahwa kalimat INNI WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZI FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAN WAMA ANA MINAL MUSRIKIN, diambil dari Al-Qur’an dalam Surat Al-An’am (6): 79.
Yang artinya,
“Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”
Didalam bacaan Shalat yang sering dipakai, kalimat WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAH, merupakan kata tambahan yang disepakati para ulama dan fuqoha. Sementara didalam didalam Surat Al-An’am (6): 79,  kata MUSLIMAH tidak tercantum.

Mengapa demikian?

Menurut Asbabun Nuzul, kalimat ini diucapkan pertama kali oleh Nabi Ibrahim as.

Sehingga kalimat itu hanya diperuntukkan untuk Beliau.

2. Surat Al-An’am (6): 162-163

Sedangkan kalimat INNA SHALATI WANUSUKI WAMAHYAAYA WAMAMAATI LILLAAHI RABBIL’ALAMIIN. LAA SYARIIKALLAAHU WABIDZAALIKA UMIRTU WA ANA AWAL MUSLIMIN, terdapat dalam Surat Al-An’am (6): 162-163.
Yang artinya,
“… sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."
Didalam bacaan Shalat yang sering dipakai, kalimat WA ANA MINAL MUSLIMIN, 

merupakan kata tambahan yang disepakati para ulama dan fuqoha. 
Sementara didalam didalam Surat Al-An’am (6): 163,  kata MINAL tidak tercantum, yang ada adalah kata AWAL.
Mengapa demikian?

Menurut Asbabun Nuzul, kalimat ini diucapkan pertama kali oleh Nabi Muhammad saw., ketika beliau diperintahkan mendirikan shalat oleh Malaikat Jibril as.

Sehingga kalimat itu hanya diperuntukkan untuk Beliau.

Sedangkan orang-orang yang mengimani Islam setelah Rasulullah saw., lalu mereka mendirikan shalat, maka kalimat itu berbunyi WA ANA MINAL MUSLIMIN (dan aku menyerahkan diri [kepada Allah]).


--***-- 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar