Maka jawaban umum yang didapat:
- “Saya tidak yakin.”
- “Saya ragu.”
- “Saya tidak tahu.”
- “Dosa saya amat banyak, rasanya Neraka lebih pantas buat saya, daripada Syurga.
Betullah bila alasannya, bukan qt yang menilai, pantas tidaknya diri ini menjadi Ahli Syurga. Hanya Allah Azza Wa Jalla, yang kelak menentukan tempat terpantas bagi qt.
Tetapi, walau seminim apapun kwalitas diri ini untuk menjadi Ahli Syurga, asal qt berusaha semampunya, maka qt pantas menikmati Syurga. Apalagi bila diri ini seorang MU’MIN.
Adapun seorang Mu’min, adalah dia yang selalu berusaha memperbaiki diri, meningkatkan amal shaleh dan ibadahnya dan terus memperkuat keimanannya hanya dalam Islam, satu-satunya agama yang diridhai Allah SWT.
Mari qt perhatikan beberapa dalil dibawah ini.
AL-QUR’AN
Didalam Al-Qur’anul Karim, Allah berfirman;
Tetapi, walau seminim apapun kwalitas diri ini untuk menjadi Ahli Syurga, asal qt berusaha semampunya, maka qt pantas menikmati Syurga. Apalagi bila diri ini seorang MU’MIN.
Adapun seorang Mu’min, adalah dia yang selalu berusaha memperbaiki diri, meningkatkan amal shaleh dan ibadahnya dan terus memperkuat keimanannya hanya dalam Islam, satu-satunya agama yang diridhai Allah SWT.
Mari qt perhatikan beberapa dalil dibawah ini.
AL-QUR’AN
Didalam Al-Qur’anul Karim, Allah berfirman;
1. "Dia memasukkan orang-orang MU’MIN laki-laki dan perempuan ke dalam syurga..."
(Al-Fath [48]: 5a)
2. “… jika kamu MENDIRIKAN SHALAT dan MENUNAIKAN ZAKAT serta BERIMAN kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu PINJAMKAN KEPADA ALLAH PINJAMAN YANG BAIK, sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam syurga …”
(Al-Maaidah [5]: 12b)
3. "Untuk orang-orang yang BERTAKWA (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada syurga…"
(Ali-`Imraan [3]: 15b)
4. "Dan orang-orang yang BERIMAN serta BERAMAL SHALEH, mereka itu penghuni syurga; mereka kekal di dalamnya."
(Al-Baqarah [2]: 82)
5. "… mereka yang BERIMAN dan BERBUAT BAIK, bahwa bagi mereka disediakan syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya."
(Al-Baqarah [2]: 25a)
6. “Maka orang-orang yang BERHIJRAH, yang DIUSIR dari kampung halamannya, yang DISAKITI pada jalan-Ku, yang BERPERANG dan yang DIBUNUH, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam syurga ..."
(Ali-`Imraan [3]: 195b)
7. "Barangsiapa THA'AT kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga…"
(An-Nisaa` [4]: 13b)
8. "...kecuali orang yang BERTAUBAT, BERIMAN dan BERAMAL SHALEH, maka mereka itu akan masuk syurga …"
(Maryam [19]: 60)
9. “Jika kamu MENJAUHI DOSA-DOSA BESAR di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami HAPUS KESALAHANMU (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (syurga).”
(An-Nisaa` [4]: 31)
-*-
AL-HADITS
Sedangkan didalam Al-Hadits, Rasulullah saw. juga bersabda;
1. Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“SETIAP UMMATKU PASTI AKAN MASUK SYURGA, kecuali yang tidak mau… Mereka yang MENTA’ATIKU akan masuk syurga dan yang menentangku maka dia enggan masuk syurga.
2. Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
"Akan dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah dan dalam hatinya:
a. Ada kebaikan (iman) seberat sya'irah.
b. Ada kebaikan (iman) seberat burrah.
c. Ada kebaikan (iman) seberat zahrah."
Dan mereka dimasukkan dalam jannah.
(HR. Bukhari)
3. Rasulullah saw. bersabda,
"Sesungguhnya Allah ta'ala memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu (Asma'ul Husna). Barang siapa yang HAFAL, MENGAMALKAN dan MEMBENARKANNYA akan masuk syurga.
(HR. Tirmidzi no. 3429)
-*-
Dalil-dalil diatas merupakan pernyataan dari Allah Azza wa Jalla dan Rasulullah saw., bahwa seseorang PASTI akan MASUK SYURGA (AHLI SYURGA), bila:
- Ia Mu’min.
- Mendirikan Shalat.
- Menunaikan Zakat.
- Beriman kepada Rasul-rasul Allah.
- Tha’at.
- Bertaqwa.
- Beramal Shaleh.
- Berbuat baik.
- Memberikan pinjaman yang baik kepada Allah.
- Berhijrah di jalan Allah.
- Diusir karena Allah.
- Disakiti karena Allah.
- Berperang karena Allah.
- Dibunuh karena Allah.
- Menjauhi dosa besar.
- Bertaubat.
- Hafal, mengamalkan dan membenarkan Asma’ul Husna.
--***--

Tidak ada komentar:
Posting Komentar