Begitu bersih dan alimnya penyamaran Syaithan, hingga Rasulullah tidak mengenalinya.
SYAITHAN: ”Salam ya Nabiyullah.”
RASULULLAH: ”Wa’alaika, siapakah engkau ini?”
SYAITHAN: ”Aku adalah Syaithanir Rajiim.”
RASULULLAH: ”Ada maksud apa engkau menemuiku?”
SYAITHAN: ”Aku akan menjawab apa yang ingin kau tanyakan pada ku.”
RASULULLAH: ”Baiklah kalau begitu. Menurutmu, berapa banyakkah musuhmu dari kalangan umatku ?"
SYAITHAN: ”15 golongan.”
RASULULLAH: ”Siapa sajakah mereka itu?”
SYAITHAN: ”Mereka itu adalah:
- Engkau sendiri Muhammad.
- Imam dan pemimpin yang adil.
- Orang kaya yang dermawan.
- Pedagang yang jujur dan amanah.
- Hamba Allah yang senantiasa mendirikan ibadah (shalat fardhu, puasa fardhu dan zakat fardhu) dan berusaha khusyu dalam melaksanakannya.
- Mu’min yang menasehati dan menjalankan nasehat.
- Mu’min penuh kasih sayang.
- Hamba yang senantiasa memohon ampun dan bertaubat.
- Hamba yang senantiasa menjauhkan diri dari segala yang haram.
- Mu’min yang selalu menjaga wudhu dan kesuciannya.
- Mu’min yang banyak bershadaqah.
- Mu’min yang baik budi dan akhlaknya.
- Mu’min yang bermanfaat bagi sesama.
- Hamba yang senantiasa membaca ayat-ayat al-Quran, apalagi hafidz (hafal) Al-Qur’an.
- Hamba yang rajin mendirikan shalat malam (qiyamul lail).
Sejenak kemudian Rasulullah bertanya lagi,
"Berapa banyakkah temanmu di kalangan umatku?"
SYAITHAN: "10 golongan.”
RASULULLAH: ”Siapa sajakah mereka itu?”
SYAITHAN: ”Mereka itu adalah:
- Hakim curang dan tidak adil.
- Orang kaya yang sombong.
- Pedagang yang licik.
- Pemabuk/peminum arak.
- Orang yang memutuskan tali persaudaraan.
- Orang yang mengadakan riba'.
- Pemakan harta anak yatim.
- Orang yang sering meninggalkan ibadahnya (shalat fardhu, puasa fardhu dan zakat fardhu), tanpa alasan kuat.
- Orang yang malas bershadaqah, alias pelit.
- Penghayal dan mereka yang berbicara tidak berfaedah.
--***--
Disadur dari Kumpulan Cerita Teladan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar