Sayangnya, jenis binatang yang satu ini, termasuk yang diharamkan dijadikan binatang kesayangan didalam agama qt.
Sebagai umat Rasulullah saw., yang bernaung dibawah ‘firqah’ (aliran) Ahlisunnah wal Jama’ah, dan berlandaskan kepada Mazhab Syafi’i (mazhab yang terbesar pengikutnya di Indonesia), baiknya qt mengetahui, mengapa anjing termasuk binatang yang diharamkan untuk dipelihara didalam rumah, atau menjadi binatang kesayangan.
Terdapat beberapa Hadits yang menjadi landasannya, antara lain:
1. Saat suatu kaum mengundang Rasulullah, Beliau datang menghadirinya, namun ketika suatu kaum yang lain mengundang Beliau, Beliau tidak datang menghadirinya. Ketika ditanyakan apa penyebabnya, Beliau bersabda,
“Di rumah yang kedua, ada anjing, sedangkan di rumah yang pertama hanya ada kucing. Dan kucing itu itu tidak najis (anjing itu najis).”
(HR. Al-Hakim dan Ad-Daruquthuny).
2. Dalam Kitab Mughni Al-Muhtaj jilid 1 halaman 78, kitab Kasy-syaaf Al-Qanna` jilid 1 halaman 208 dan kitab Al-Mughni jilid 1 halaman 52, menyebutkan,
“Kucing itu tidak najis, sedangkan anjing itu najis.
3. Saat Malaikat Jibril as., hendak mengunjungi Rasulullah, dan telah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh Rasulullah, Malaikat Jibril as., berkata,
“Anjing di dalam rumahmu itu telah mencegahku. Sesungguhnya kami tidak masuk ke dalam rumah yang ada anjing...”
(HR. Muslim dari Aisyah ra.)
Catatan: Anjing yang masuk kedalam rumah Rasulullah, datang tidak diundang.
-*-
HARAMNYA KARENA NAJIS
Menurut Mazhab Syafi’i, anjing digolongkan kepada binatang yang diharamkan untuk dipelihara didalam rumah, dikarenakan seluruh tubuhnya adalah najis berat (Najis Mughaladzah), termasuk air yang keluar dari tubuhnya; keringat, liur, kencing dan kotorannya.
Dalilnya terdapat dibeberapa Hadits Shahih berikut ini:
1. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,
“Siapa yang memegang anjing, maka pahala amal ibadahnya)nya setiap hari berkurang satu qirath (1 inchi/2,5cm), ...”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
2. Rasulullah bersabda,
"Sucinya wadah minummu yang telah diminum anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.
(HR. Muslim dan Ahmad).
3. Dari Abi Hurairah ra., Rasulullah bersabda,
“Bila seekor anjing minum dari wadah milik kalian, maka cucilah 7 kali”.
(HR Bukhari 172, Muslim 279, 90)
4. Dari Abi Hurairah ra. Rasulullah bersabda,
”Sucinya wadah kalian yang dimasuki mulut anjing adalah dengan mencucinya 7 kali, salah satunya dengan tanah”.
(HR Muslim 279, 91, dan Ahmad 2/427)
-*-
MAKRUH UNTUK BERBURU, MENJAGA KEAMANAN DAN KESELAMATAN
1. Untuk Berburu
a. Di dalam Al-Qur’anul Karim, Allah menjelaskan tentang diperbolehkan memelihara anjing, untuk berburu,
“… dan (buruan yang ditangkap oleh) binatang-binatang pemburu yang telah kamu ajar (untuk berburu) mengikut cara pelatih-pelatih binatang pemburu. Kamu mengajar serta melatihnya (adab peraturan berburu) sebagaimana yang telah diajarkan Allah kepada kamu. Oleh itu makanlah dari apa yang mereka tangkap untuk kamu dan sebutlah nama Allah atasnya."
(Al-Maidah [5]: 4)
b. “Makruh hukumnya mengambil anjing untuk... berburu…”
(HSR. Muslim, no: 1574)
(Al-Maidah [5]: 4)
b. “Makruh hukumnya mengambil anjing untuk... berburu…”
(HSR. Muslim, no: 1574)
2. Untuk Menjaga Keamanan dan Keselamatan
a. “Makruh hukumnya mengambil anjing untuk menjaga tanaman atau anjing untuk menjaga ternak…”(HSR. Muslim, no: 1574)
b. Al-Syaukani sa., berpendapat bahwa, makruh hukumnya memelihara anjing untuk menjaga kemaslahatan dan menolak kemudharatan.
(Nail al-Authar min Asrar Muntaqa al-Abrar [Dar al-Kitab al-‘Arabi, Beirut 2000], jld. 5, ms. 204)
-*-
AKIBAT BILA MEMELIHARA ANJING DIDALAM RUMAH (Menjadi binatang kesayangan)
1. Malaikat terhalang masuk kedalam rumah yang ada anjing.
a. Malaikat Jibril as., berkata,
“Anjing di dalam rumahmu itu telah mencegahku. Sesungguhnya kami tidak masuk ke dalam rumah yang ada anjing...”
(HR. Muslim dari Aisyah ra.)
b. ”.. memelihara anjing akan menyebabkan Malaikat menjauhi rumah kita.”
(Al-Syaukani sa.)
2. Pahala berkurang 1 qira’ah
a. Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah bersabda,
“Siapa yang memegang anjing, maka pahala amal (ibadahnya)nya setiap hari berkurang satu qira’ah (1 inchi/2,5cm), ...”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
b. "Barang siapa mengambil anjing (sebagai peliharaan) kecuali anjing menjaga tanaman atau anjing menjaga ternakan atau anjing berburu maka setiap hari pahalanya berkurang satu qira’ah."(HSR. Muslim, no: 1574)
-*-
Artikel diatas, q tuangkan semata-mata hanya untuk menjelaskan tentang keberadaan anjing dimata Mazhab Syafi’i.
--***--
SUMBER PUSTAKA
1. Shahih Al-Bukhari – hadits no: 172
(Kitab Wudhu, Bab jika anjing minum…)
2. Shahih Muslim – hadits no: 1574
(Kitab al-Masaqah, Bab perintah membunuh anjing…)
3. Nail al-Authar min Asrar Muntaqa al-Abrar [Dar al-Kitab al-‘Arabi, Beirut 2000], jld. 5, ms. 204

Tidak ada komentar:
Posting Komentar