Didalam beberapa hadits, Rasulullah saw. telah bersabda seputar malam Nishfu Sya’ban, yang antara lain:
1. “... Malam ini adalah malam Nishfu Sya’ban. Allah mengawasi hambanya pada malam ini, Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberikan kasih sayang kepada mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki.”
(HR. Baihaqi, dari ’Aisyah ra.) .
2. “Allah mengawasi dan memandang hamba-hamba Nya di malam Nishfu Sya’ban, lalu mengampuni dosa-dosa mereka semuanya kecuali mereka yang musyrik dan orang yang pemarah pada sesama muslimin.”
(HSR. Ibnu Hibban, hadits no.5755)
3. "Dimalam Nishfu Sya'ban, hidupkanlah dengan shalat dan berpuasalah pada siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda, ’Barang siapa yang meminta ampunan akan Aku ampuni, barang siapa yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, dan barang siapa yang mendapatkan cobaan maka akan aku bebaskan, hingga fajar menyingsing."
(HR. Ibnu Majah, dari Ali bin Abi Thalib kw.)
4. “... Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menurunkan MalaikatNya pada malam Nishfu Sya'ban ke langit dunia, lalu Allah mengampunkan dosa-dosa hambaNya, lebih banyak daripada bilangan bulu-bulu yang terdapat pada domba-domba peliharaan (bani) Kalb."
(HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad, dari ‘Aisyah ra.)
-*-
KELEBIHAN MALAM NISHFU SYA’BAN
Adapun kelebihan malam Nishfu Sya’ban, dimata para auliya adalah sebagai berikut;
1. Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jailaniy rhm. berkata,
“Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qadr”.
(Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)
2. Imam al-Ghazali rhm. mengistilahkan,
“Malam Nisfu Sya’ban sebagai malam Syafa’at (Pertolongan), dimana pada malam;
a. ke-13, Allah memberikan sepertiga syafa’at kepada hambanya.
b. ke-14, seluruh syafa’at itu diberikan secara penuh.
c. ke-15, umat Mu’min telah sempurna mendapatkan syafa’at sebagai penutup catatan amal ibadahnya selama satu tahun”.
(Kitab Ihya' Ulumuddin)
3. Para ulama menyatakan,
“Malam Nishfu Sya’ban adalah malam Maghfirah (Pengampunan), karena pada malam itu Allah menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang shalih”.
-*-
FADHILAH MALAM NISHFU SYA’BAN
Sedangkan manfa’at ibadah malam Nishfu Sya’ban adalah:
1. PENGAMPUNAN DOSA
a. Malaikat Jibril as. berkata,
”Di malam Nishfu Sya’ban ini dibukakan 300 pintu rahmat. Allah mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Allah tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .”
(HR. Abu Hurairah)
b. "Allah memandang pada kesemua makhluk ciptaanNya pada malam Nishfu Sya'ban, lalu Allah mengampunkan dosa-dosa kesemua makhlukNya, kecuali dosa orang musyrik (yang menyekutukan Allah) dan dosa orang yang bermusuhan."
(HR. Al-Thabrani dan disahihkan oleh Ibnu Hibban hadits no.5755, dari Mu'adz bin Jabal ra.)
c. “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.”
(HR. Ibnu Majah, dari Abu Musa Al-Asy’ari ra.)
d. “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nishfu Sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba.”
(Musnad Imam Ahmad hadits no.24825, dari 'Aisyah ra.)
e. Al-Imam As-Subkhiy rhm. berkata,
“Malam Jum’at menghapus dosa seminggu, Malam Nishfu Sya’ban menghapus dosa setahun dan Lailatul Qadr menghapus dosa seumur hidup”.
2. SYAFA’AT (PERTOLONGAN) ALLAH
Imam al-Ghazali rhm. mengistilahkan,
“Malam Nisfu Sya’ban sebagai malam Syafa’at (Pertolongan), dimana pada malam;
a. ke-13, Allah memberikan sepertiga syafa’at kepada hambanya.
b. ke-14, seluruh syafa’at itu diberikan secara penuh.
c. ke-15, umat Mu’min telah sempurna mendapatkan syafa’at sebagai penutup catatan amal ibadahnya selama satu tahun”.
(Kitab Ihya' Ulumuddin)
3. BEBAS DARI API NERAKA
Pernah Rasulullah memanggil istrinya, ‘Aisyah ra. dan memberitahukan tentang Nishfu Sya’ban,
"Wahai Humairah, apa yang akan engkau perbuat pada malam ini? Malam ini adalah malam di mana Allah yang Maha Agung memberikan pembebasan dari api neraka bagi semua hambanya, kecuali sembilan kelompok manusia’ (tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yang terus menerus minum khamar, orang yang terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim).”
(HR. Ibnu Ishak, dari Anas bin Malik ra.)
-*-
TATA CARA SHALAT SUNNAH MALAM NISHFU SYA’BAN
1. WAKTU PELAKSANAAN SHALAT
- Sekitar tanggal 13 – 17 Sya’ban.
Untuk tahun 1435 H/2014 M, jatuh mulai Selasa Maghrib tanggal 10 Juni - Sabtu Isya' tanggal 14 Juni.
- Setelah melaksanakan shalat fardhu Maghrib atau sebelum melaksanakan shalat fardhu Isya' dan dapat dilakukan secara berjamaah
Al-Imam An-Nawawi rhm., seorang ahli fiqih kondang bermazhab Syafi'i,
”Tidak mengapa bila kita melakukan shalat sunnah di malam Nishfu Sya'ban antara Maghrib dan Isya' demi untuk ber'taqarrub' kepada Allah. Karena hal itu termasuk kebaikan”.
2. SHALAT SUNNAH ALFIYAH
Bila ingin menambah keafdhalan ibadah, silahkan melanjutkan dengan Shalat Sunnah Alfiyah (artinya 1000).
Shalat ini dinamakan Alfiyah karena di dalam shalat tersebut dibacakan surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw.,
“Hubbuka iyyahaa adkhalakal Jannah”.
Cintamu pada surat Al-Ikhlas itulah yang akan membuatmu masuk syurga.
(HSR. Imam Bukhari)
3. MEMBACA SURATUL YASIIN 3X
Setelah menunaikan Shalat Sunnah Nishfu Sya'ban (dilengkapi Shalat Alfiyah).
Dilanjutkan dengan membaca Suratul Yasiin sebanyak 3X, dan dapat dilakukan secara berjamaah dengan niat, "Semoga;
- ditetapkan imannya.
- diberi kesehatan.
- diberi rizqi yang lancar dan baraakah".
4. MEMBACA DU’A NISHFU SYA’BAN
Selesai membaca Suratul Yasiin, lanjutkan dengan membaca Du'a Nishfu Sya'ban:
BIMILLAAHIRRAHMANNIRRAHIIM,
ALLAAHUMMA YAA DZAL MANNI WALAA YUMANNU ‘ALAIKA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA DZATH THAULI WALIN’AAM, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, DHAHRUL LAAJIIN, WA JAARUL MUSTAJIIRIIN, WA AMAANUL KHAA IFIIN.
ALLAAHUMMA IN KUNTA KATABTA NII ‘INDAKA FII UMMIL KITAABI SYAQIYYAN AW MAHRUUMAN AW MATHRUUDAN AW MUQTARRAN ‘ALAYYA FIR RIZQI, FAMHULLAA HUMMA BI FADLLIKA SYAQAAWATII WA HIRMAANII WA THARDII WAQ TITAARI RIZQII WA ATS-BITNII INDAKA FII UMMIL KITAABI SA’IIDAN MARZUUQAN MUWAFFAQALLIL KHAIRAAT. FA INNAKA QULTA WA QAULUKAL HAQQU FII KITAABIKAL MUNAZZALI ‘ALAA NABIYYIKAL MURSALI, YAMHUL.
ALLAAHUMAA YASYAA U WA YUTSBITU WA ‘INDAHUU UMMUL KITAAB. ILAAHII BITTAJALLIL AA’DHAMI FII LAILATIN NISHFI MIN SYAHRI SYA’BAANIL MUKARRAMIL LATII YUFRAQU FIIHAA KULLU AMRIN HAKIIM WA YUBRAM, ISHRIF ‘ANNII MINAL BALAA I MAA A’LAMU WA MAA LAA A’LAM WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUBI.
BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.
AMIN YA ALLAAH YA RABBAL 'ALAAMIN
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih, lagi
Maha Penyayang,
Ya Allah Tuhanku Pemilik Ni'mat, tiada ada yang bisa memberi ni'mat atasMu. Ya Allah Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan. Ya Allah Tuhanku Pemilik Kekayaan dan Pemberi Ni'mat. Tidak ada yang patut disembah hanya Engkau. Engkaulah tempat bersandar. Engkaulah tempat berlindung dan padaMu-lah tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan.
Ya Allah Tuhanku, jika sekiranya Engkau telah menulis dalam buku besarMu bahwa adalah orang yang tidak bebahagia atau orang yang sangat terbatas mendapat ni'matMu, orang yang dijauhkan daripadaMu atau orang yang disempitkan dalam mendapat rizqi, maka aku memohon dengan karuniaMu, semoga kiranya Engkau pindahkan aku kedalam golongan orang-orang yang berbahagia, mendapat keluasan rizqi serta diberi petunjuk kepada kebajikan. Sesungguhnya Engkau telah berkata dalam kitabMu yang telah diturunkan kepada RasulMu, dan perkataanMu adalah benar, yang berbunyi:
'Allah mengubah dan menetapkan apa-apa yang dikehendakiNya dan padaNya sumber kitab.'
Ya Allah, dengan tajalliMu Yang Maha Besar pada malam Nishfu Sya’ban yang mulia ini, Engkau tetapkan dan Engkau ubah sesuatunya, maka aku memohon semoga kiranya aku dijauhkan dari bala bencana, baik yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui, Engkaulah Yang Maha mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Dan aku selalu mengharap limpahan rahmatMu, ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.
Amin Ya Allah Ya Rabbal ‘Alaamin.”
5. PERBANYAK DZIKR, SHALAWAT DAN ISTIGHFAR.
Dianjurkan selama 5 hari Malam Nishfu Sya'ban.
--***--
WALLAAHU TA’AALAA A’LAM BISH SHAWAAB
DAFTAR PUSTAKA
1. Fatwa Fadhilah Mufti Mesir Prof. Dr Ali Jum'ah, terjemahan Ibnu Juhan Al-Tantawi.
2. Majalah Mimbar Al-Islam, keluaran tahun ke-(68), bil (8) Sya'ban 1430, m/s 136.
3. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.
4. Materi Pelajaran Padepokan Hikmah Ilham Taqwa - Insan Kamil (PHITIK).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar