-*-
PERISTIWA BULAN SYA’BAN
Sebelum qt membahas tentang Malam Nishfu Sya’ban, baiknya qt melihat dahulu, peristiwa penting yang terjadi di bulan Sya’ban:
1. Ibnul Hajar ra. berkata,
"Dinamakan Sya'ban karena kesibukan mereka mencari air atau sumur setelah berlalunya bulan Rajab yang mulia, dan dikatakan juga selain itu”.
(al-Fath: 4/251)
2. Ibnu Abiy as-Shaif al-Yamaniy sa. berkata,
“Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan shalawat kepada Nabi Muhammad saw., karena ayat Innallaaha wa malaaikatahuu yushalluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu”.
(Kitab al-Fawaaidul Mukhtaaroh)
3. Pada malam Nishfu Sya’ban, Allah SWT mengubah arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Darussalam (Yerusalem), ke Ka'bah, di Mekkah.
Abu Hatim al Bistiy rhm. berkata,
”Kaum muslimin telah melaksanakan shalat menghadap Baitul Maqdis selama 17 bulan 3 hari, sebelum perubahan arah kiblat. Lalu Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk menghadap ke arah Ka’bah pada hari Tsalasa di pertengahan bulan Sya’ban".
(Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an jilid I hal 554)
-*-
BULAN TERLUPAKAN
Sayangnya banyak dari kaum Muslim sepertinya kurang memperhatikan bulan penuh Maghfirah dan Syafa'at ini.
Padahal bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan Ramadhan.
Dimana pada bulan ini seorang umat Muslim yang Mu’min baiknya mempersiapkan diri dengan;
1. Keimanan yang mantap.
2. Keadaan mendapatkan syafa’at.
3. Mendapat jaminan dan pembebasan dari siksaan api neraka.
Ke-3 hal tersebut Allah siapkan untuk qt didalam bulan Sya’ban.
Namun sebenarnya mengenai hal ini, jauh sebelumnya, Rasulullah saw. telah memprediksinya,
1. “Bulan Sya’ban adalah bulan dimana manusia mulai lalai, yaitu diantara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam…”
(HR. Al Nasa’i, di-hasan-kan oleh Syaikh Al Albani, dari Usamah bin Zaid ra.)
2. “Bulan Sya’ban sering dilupakan orang, karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan yang dilaporkan langsung kepada Rabbil ‘Alamin.”
(HR. Ahmad dan Nasai – Sunnah Abu Dawud)
-*-
IBADAH UMUM BULAN SYA’BAN
Berikut ini adalah bentuk ibadah umum bulan Sya’ban,
1. PUASA
Rasulullah saw. bersabda;
a. “... Bulan Sya’ban adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amat suka saat amalanku dinaikkan aku dalam kondisi berpuasa.”
(HR. Al Nasa’i, di-hasan-kan oleh Syaikh Al Albani, dari Usamah bin Zaid ra.)
b. “... Di bulan Sya’ban, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.”
(HR. Ahmad dan Nasa'i – Sunnah Abu Dawud)
c. ‘Aisyah ra. berkata,
”Lam yakunin Nabiyi sha mim yashumu aksara min Sya’baana finnahu kaana yashumuhu kulluhu kaana yashumuhu illa qalilan.” Nabi Muhammad saw. paling banyak berpuasa pada bulan Sya’ban.
(HR. Imam Bukhari dan Muslim)
d. ‘Aisyah ra. berkata,
“Rasulullah biasa berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain daripada bulan Ramadhan adalah di bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari no. 1969, no. 1970 dan Muslim no. 1156)
2. SHALATRasulullah saw. bersabda;
a. “... Bulan Sya’ban adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amat suka saat amalanku dinaikkan aku dalam kondisi berpuasa.”
(HR. Al Nasa’i, di-hasan-kan oleh Syaikh Al Albani, dari Usamah bin Zaid ra.)
b. “... Di bulan Sya’ban, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.”
(HR. Ahmad dan Nasa'i – Sunnah Abu Dawud)
c. ‘Aisyah ra. berkata,
”Lam yakunin Nabiyi sha mim yashumu aksara min Sya’baana finnahu kaana yashumuhu kulluhu kaana yashumuhu illa qalilan.” Nabi Muhammad saw. paling banyak berpuasa pada bulan Sya’ban.
(HR. Imam Bukhari dan Muslim)
d. ‘Aisyah ra. berkata,
“Rasulullah biasa berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain daripada bulan Ramadhan adalah di bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari no. 1969, no. 1970 dan Muslim no. 1156)
2. SHALATRasulullah saw. bersabda;
a. "Dimalam Nishfu Sya'ban, hidupkanlah dengan shalat dan berpuasalah pada siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu..."
(HR. Ibnu Majah, dari Ali bin Abi Thalib kw.)
b. "Apabila tiba malam Nishfu Sya'ban maka berdirilah shalat pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya."
(HR. Ibnu Majah dalam Sunannya no. 1388, dari Usamah bin Zaid ra., dari Ali bin Abi Thalib kw.)
c. Ali bin Abi Thalib kw. setelah kemuslimannya, meluangkan waktunya untuk beribadah pada 4 malam dalam setahun, yakni; malam pertama bulan Rajab, malam 2 hari raya, dan malam Nishfu Sya’ban.
(Manhajus Sawiy dan Tadzkiirun Nas)
3. DU’A
Imam Syafii rhm. berkata,
“Du’a mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam Jum'at, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam Nishfu Sya’ban”.
(Sunan Al Kubra Imam Baihaqi juz 3 hal 319)
4. SHALAWAT
Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy sa. berkata,
“Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan shalawat kepada Nabi Muhammad saw., karena ayat Innallaaha wa malaaikatahuu yushalluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu”.
(Kitab al-Fawaaidul Mukhtaaroh)
-*-
IBADAH AFDHAL BULAN SYA’BAN
1. PUASA
Puasa tiga hari pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 bulan Sya’ban.
2. SHALAT MALAM NISHFU SYA’BAN
(Lihat artikel IBDAH MALAM NISHFU SYA’BAN di Blog ini.)
--***--
WALLAAHU TA’AALAA A’LAM BISH SHAWAAB
DAFTAR PUSTAKA
1. Fatwa Fadhilah Mufti Mesir Prof. Dr Ali Jum'ah, terjemahan Ibnu Juhan Al-Tantawi.
2. Majalah Mimbar Al-Islam, keluaran tahun ke-(68), bil (8) Sya'ban 1430, m/s 136.
3. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.
(HR. Ibnu Majah, dari Ali bin Abi Thalib kw.)
b. "Apabila tiba malam Nishfu Sya'ban maka berdirilah shalat pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya."
(HR. Ibnu Majah dalam Sunannya no. 1388, dari Usamah bin Zaid ra., dari Ali bin Abi Thalib kw.)
c. Ali bin Abi Thalib kw. setelah kemuslimannya, meluangkan waktunya untuk beribadah pada 4 malam dalam setahun, yakni; malam pertama bulan Rajab, malam 2 hari raya, dan malam Nishfu Sya’ban.
(Manhajus Sawiy dan Tadzkiirun Nas)
3. DU’A
Imam Syafii rhm. berkata,
“Du’a mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam Jum'at, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam Nishfu Sya’ban”.
(Sunan Al Kubra Imam Baihaqi juz 3 hal 319)
4. SHALAWAT
Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy sa. berkata,
“Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan shalawat kepada Nabi Muhammad saw., karena ayat Innallaaha wa malaaikatahuu yushalluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu”.
(Kitab al-Fawaaidul Mukhtaaroh)
-*-
IBADAH AFDHAL BULAN SYA’BAN
1. PUASA
Puasa tiga hari pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 bulan Sya’ban.
2. SHALAT MALAM NISHFU SYA’BAN
(Lihat artikel IBDAH MALAM NISHFU SYA’BAN di Blog ini.)
--***--
WALLAAHU TA’AALAA A’LAM BISH SHAWAAB
DAFTAR PUSTAKA
1. Fatwa Fadhilah Mufti Mesir Prof. Dr Ali Jum'ah, terjemahan Ibnu Juhan Al-Tantawi.
2. Majalah Mimbar Al-Islam, keluaran tahun ke-(68), bil (8) Sya'ban 1430, m/s 136.
3. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar