Saat seseorang yang hingga usia 30 tahun keatas belum juga menikah dan ditanya, “Kapan kau menikah?”
Ia pasti berdalih, “Allah SWT. belum beri aku jodoh”, atau “Ya…, belum ada yang cocok”, atau “Belum ada yang mau sama aku”.
-*-
Shahabat,
Sebenarnya Allah SWT. telah memberikan jodoh kepada qt.
Bisa itu berulangkali, bisa hanya sekali, namun qt sendiri yang merasa tidak sesuai dengan hati.
Sayangnya qt tidak mau berintrospeksi diri, akan ke-egoisan dalam memilih.
Sehingga, bukan Allah tidak memberi jodoh, namun qt-lah yang terlalu banyak syarat dalam memilih.
-*-
Shahabat,
Sementara ada pula yang menikah karena dijodohkan, walau tidak ada rasa cinta.
Namun bila ia menyadari, bahwa pasangan yang mendampinginya, adalah yang terbaik dari Allah SWT. untuknya pada saat ini.
Sebagaimana firman Allah didalam Al-Qur’anul Karim;
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.
(Al-Baqarah [2]: 216b)
-*-
Shahabat,
Akhirnya, bukannya Allah SWT. tidak kunjung memberikan jodoh kepada qt, tetapi qt sendiri yang terlalu banyak ketentuan dalam menentukan pilihan.
Seperti;
”Aku ingin yang shaleh/shalehah, baik hati, sayang, perhatian, penuh pengertian, bertanggung jawab, tampan/ayu, sehat, cerdas, kaya, dsb”.
Sadarilah bahwa penilaian sempurna di mata manusia, tidak sama dengan penilaian sempurna di mata Allah.
Sehingga, pertanyaannya kini,
"JODOH ITU SEBENARNYA DITANGAN SIAPA?
Ditangan Allah-kah, atau ditangan qt?
-*-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar