SALAM

السلام عليكم ورحمتلاهي وبركاته ومغفراتهو وريذوانهء

Kamis, 01 Oktober 2015

TARJAMAH & TAFSIR AL-QUR’AN

Shahabat,
Upaya manusia untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur'an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (mengupas makna) dalam berbagai bahasa. Kegiatan ini bukan untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli.
Kedudukan Terjemahan dan Tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur'an itu sendiri.
a. TARJAMAH (Terjemahan) AL-QUR’AN
Terjemahan Al-Qur'an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal terhadap teks Al-Qur'an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh. Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur'an.

Di Indonesia, penerjamahan Al-Qur’an, diantaranya:
- Al-Qur'an dan Terjemahannya, oleh Departemen Agama Republik Indonesia. Ada 2 edisi revisi, yaitu; tahun 1989 dan 2002.
- Terjemah Al-Qur'an, oleh Prof. Mahmud Yunus.
- An-Nur, oleh Prof. Dr. TM. Hasbi Ash-Siddieqy.
- Al-Furqan, oleh A. Hassan, Guru Persatuan Islam.
- Al-Qur'anul-Karim Bacaan Mulia, oleh Hans Bague Jassin.

Untuk Bahasa Daerah, diantaranya:
- Qur'an Kejawen (Bahasa Jawa), oleh Kemajuan Islam Jogyakarta.
- Qur'an Suadawiah (Bahasa Sunda).
- Qur'an Bahasa Sunda oleh KH. Qomaruddin.
- Al-Ibriz (Bahasa Jawa), oleh KH. Bisri Musthafa Rembang.
- Al-Qur'an Suci Basa Jawi (Bahasa Jawa), oleh Prof. KHR. Muhamad Adnan.
- Al-Amin (Bahasa Sunda).
- Terjemahan Al-Qur'an dalam Bahasa Bugis, oleh KH Abdul Muin Yusuf (Pimpinan Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa Benteng Sidrap, Sulsel).

Sementara dalam Bahasa Inggris antara lain:
- The Holy Qur'an: Text, Translation and Commentary, oleh Abdullah Yusuf Ali.
- The Meaning of the Holy Qur'an, oleh Marmaduke Pickthall.

b. TAFSIR AL-QUR’AN
Sementara upaya penafsiran Al-Qur'an telah berkembang sejak masa Nabi Muhammad saw. Saat itu para shahabat tinggal menanyakan kepada Rasulullah, jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu.
Walau Rasulullah sudah tidak ada lagi, namun kegiatan tersebut tetap terus berlangsung hingga kini. Tentunya penafsiran dilakukan oleh para pakar-pakar Ilmu Islam

Pendekatan atau metodologi yang digunakan cukup beragam, mulai dari metode analitik, tematik, hingga perbandingan antar ayat. Corak yang dihasilkan juga beragam, terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa, sastra-budaya, filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah.
-*-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar