SALAM

السلام عليكم ورحمتلاهي وبركاته ومغفراتهو وريذوانهء

Senin, 26 Desember 2011

DU'A DIDALAM SHALAT

Bila qt selesai menunaikan Shalat, baik itu Fardhu maupun Sunah, sering qt berdiam diri sejenak untuk berdzikir dan berdu'a. Aktivitas seperti ini sudah tidaklah asing bagi mereka yang berusaha untuk menambah ke-istiqamahan ibadahnya.


Namun terlalu lama berdu'a, tidak menjamin diri qt masing-masing telah benar-benar ikhlas dengan du'a yang qt panjatkan. 
Malah kadang-kadang, hati qt berkata, "Apakah du'a saya didengar Allah?" 
Masya Allah.





Didalam Shalat, sesungguhnya telah berisi banyak du'a yang tanpa disadari telah qt panjatkan.

Marilah qt perhatikan dengan seksama (tanpa Surat tambahan sesudah Al-Fatihah):
1.   Didalam pembacaan Surat AL-FATIHAH;
(dalam Shalat Fardhu 4 raka'at surat ini 4 kali qt ucapkan)
a.   Audzubillahiminasyaithanirrajim;
AKU BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI GODAAN SYAITAN YANG TERKUTUK.
Sebagaimana difirmankan Allah SWT,
“Apabila kamu membaca Al Qur`an (mengucapkan Ayat Allah) hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”
(Al-An'aam [6]: 98)
b.   Iyyakana'budu wa iyya kanasta'in;
HANYA ENGKAU LAH YANG KAMI SEMBAH DAN HANYA KEPADA ENGKAULAH KAMI MEMINTA PERTOLONGAN.
(Al-Faatihah [1]: 5)
c.    Ihdinash Shiraatal Mustaqim;
TUNJUKILAH KAMI JALAN YANG LURUS.
(Al-Faatihah [1]: 6)

2.  IFTIROSY, duduk diantara dua sujud.
(Dalam Shalat Fardhu 4 raka'at, do'a ini 4 kali qt ucapkan)
Rabbighfirli warhamni wajburnii warfa'nii warzuqni wahdinii wa'aafinii wa'fuanni;
TUHANKU, AMPUNI AKU, SAYANGILAH AKU, TUTUPLAH AIBKU, ANGKATLAH DERAJATKU, BERILAH AKU RIZQI, BERILAH AKU PETUNJUK, SEHATKANLAH AKU, MAAFKANLAH AKU.

3.  ATTAHIYAT Awal dan Akhir.
(Dalam Shalat Fardhu 4 raka'at, ucapan ini qt ulangi 2 kali)
... Assalamu'alaina wa'ala ibadillahis salihin;
DEMIKIAN PULA MUDAH-MUDAH DIANUGERAHKAN KEPADA KITA DAN KEPADA SEGENAP HAMBA-NYA YANG SALEH.

4.   Du'a QUNUT. 
       (du'a yang biasanya dibaca di dalam raka'at akhir Shalat Shubuh dan Shalat Sunah Witir)
Allahummahdini fiiman hadaiit wa‘afinnii fiiman ‘afait watawallanii fiiman tawallaiit wabaariklii fiima a’thaiit wakinii birrahmatika syarramaa qadhaiit... wa astaghfiruka wa atuubu ilaiik; 
YA ALLAH BERI AKU PETUNJUK SEBAGAIMANA MEREKA YANG TELAH ENGKAU BERI PETUNJUK. BERIKANLAH KESEHATAN KEPADA KU SEBAGAIMANA MEREKA YANG TELAH ENGKAU BERI KESEHATAN. DAN PELIHARALAH AKU SEBAGAIMANA MEREKA YANG TELAH ENGKAU PELIHARA. BERILAH KEBERKATAN BAGI KU PADA APA-APA YANG ENGKAU KARUNIAKAN. DAN SELAMATKAN AKU DARI BAHAYA . . . . . AKU MEMOHON AMPUN DARI-MU DAN AKU BERTAUBAT KEPADA-MU.
-*-


Seperti yang qt ketahui bersama, umat muslim diperintahkan Allah untuk menunaikan Shalat Fardhu, 5 waktu dalam satu hari. Sedangkan untuk kaum laki-laki ditambah dengan kewajiban menunaikan Shalat Jum'at, disetiap hari Jum'at.

Marilah bersama qt hitung, berapa kalikah sebenarnya qt telah berdu'a selama satu hari kepada Allah melalui Shalat Fardhu:
1.  Untuk bacaan Surat Al-Fatihah, qt membacanya 17 kali dalam sehari.
2.  Untuk bacaan Iftirosy, qt membacanya juga 17 kali dalam sehari.
3.  Untuk bacaan Attahiyat Awal, qt membacanya 4 kali dalam sehari.
4.  Untuk Attahiyat Akhir, qt membacanya 5 kali dalam sehari.
5.  Sedangkan untuk Du'a Qunut, bagi yang menjalankan didalam Shalat Shubuh, dibaca 1 kali sehari.
Sehingga bila dijumlahkan maka 44 kali qt telah berdu'a kepada Allah dalam Shalat Fardhu yang 5 waktu.

Sedangkan permintaan qt dalam satu shalat fardhu saja ada 12 permintaan, sehingga bila dikali 5 waktu menjadi 60 permintaan, ini belum ditambah dengan 6 permintaan dari Du'a Qunut bila dilaksanakan dalam Shalat Shubuh.
Jadi total jumlah permintaan dalam Shalat Fardhu saja adalah 66 permintaan dalam sehari.

Hal ini belum ditambah dengan Shalat Sunah lainnya, seperti; Shalat Fajar, Shalat Duha, Shalat Tahajjud, Shalat Witir, Shalat Wudhu, Shalat Tahiyyatul Masjid, Shalat Hajat, Shalat Qabliyah, Shalat Ba'diah. (Shalat Sunnah yang umum setiap hari dijalankan Rasulullah saw). Pastilah ratusan jumlah du'a dan permintaan yang qt panjatkan kepada Allah.

Sehingga sangatlah na'if bila qt mengatakan bahwa Allah tidak mendengar du'a qt.

Jadi sebenarnya, tidaklah perlu qt berdu'a lagi setelah Shalat, justru qt perbanyak wirid dan dzikir. Karena didalam Shalat, sebenarnya qt telah memanjatkan du'a.
Namun untuk menambah kekuatan iman dan keyakinan, qt diperkenankan memanjatkan du'a, sebagaimana para Nabiyullah telah berdu'a dan mengajarkannya kepada qt.
  
“Dia memperkenankan (doa) 
orang-orang yang beriman 
serta mengerjakan amal yang saleh 
dan menambah (pahala) kepada mereka 
dari karunia-Nya.” 
(Asy-Syuura [42]: 26)

"Berdo`alah kepada-Ku, niscaya 
akan Kuperkenankan bagimu." 
(Al-Mu'minin [40]: 60)

--***--


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar