SALAM

السلام عليكم ورحمتلاهي وبركاته ومغفراتهو وريذوانهء

Jumat, 23 Desember 2011

PENGHULU SEGALA DZIKIR




Diantara dzikir-dzikir yang dilantunkan disetiap ibadah, pastilah beraneka ragam bentuk dan fadhillahnya. Dan dari sekian macam keragaman tersebut ada sebuah dzikir yang boleh dibilang ‘penghulu’nya segala dzikir. 


Dzikir itu adalah ASMAA'UL-HUSNA
Mengapa dikatakan penghulunya segala dzikir?

Karena hanya ASMAA'UL-HUSNA, yang berulang kali diingatkan Allah didalam Al-Qur'an, antara lain;
  1. "Allah mempunyai ASMAA-UL-HUSNA (nama-nama agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah SWT), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut ASMAA-UL-HUSNA itu." (Al-A'raf [7]: 180) 
  2. "Katakanlah: ‘Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai al ASMAA-UL-HUSNA (nama-nama yang terbaik)’." Al-Israa' [17]: 110a). 
  3. "Dialah Allah, tidak ada Tuhan/Illah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai ASMAA-UL-HUSNA (nama-nama yang baik)." (Thaahaa [20]: 8) 


Nabi Muhammad saw. sendiri bersabda (sebagaimana telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.), 

"Sesungguhnya Allah SWT mempunyai 99 nama, yaitu seratus kurang satu, barangsiapa menghitungnya (menghafal seluruhnya) masuklah ia kedalam syurga." 

(HR. Bukhari)

Sebagai penghulunya segala dzikir, ASMAA'UL-HUSNAmemiliki khasiat dan fadillah yang sungguh dahsyat. Diantaranya adalah:
  1. Barang siapa membacanya dengan rutin setiap hari sebanyak 1000 kali, niscaya Allah akan mengaruniakan kepada orang itu kesempurnaan keyakinan, segala keraguan dan ketidakpastian akan hilang dihatinya. 
  2. Barang siapa membacanya pada hari Jumat sebelum shalat Jum’at, dalam keadaan suci dan bersih pakaiannya, maka Allah akan memudahkan segala permintaannya. 
  3. Jika seorang yang sedang menderita suatu penyakit yang sulit disembuhkan, lalu ia berdzikir asma ini, niscaya ia akan sembuh dengan izin Allah. 


Adapun rukun membaca ASMAA-UL-HUSNA adalah sebagai berikut: 

  1. Waktu yang afdhal dalam mengamalkannya adalah setelah shalat Subuh, Maghrib atau Tahajud. 
  2. Jumlah pengulangan yang afdhal minimal adalah 100, atau lebih (tentunya lebih baik).
  3. Biasakan sebelum memulai mengamalkannya, awali dengan membaca doa dibawah ini; LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHUU LAA SYARIKALAH, LAHULMULKU WA LAHULHAMDU BIYADIHIL KHAIR, WA HUWA ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR. LA ILAAHA ILLAA HUWALAHUL ASMAUL HUSNA. 
  4. Dan apabila telah selesai jumlah pengulangannya, tutuplah dengan doa dibawah ini; SUBHAANA MALLAHUL ASMAUL HUSNA WASH SHIFAATUL ULYAA, SUBHAANA WA TA’AALAA, AMMA YAQUULUZH ZHAALIMUUNA, ULUWWAN KABIIRAA. 

--***--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar