SALAM

السلام عليكم ورحمتلاهي وبركاته ومغفراتهو وريذوانهء

Sabtu, 24 Desember 2011

UCAPAN SALAM PALING SEMPURNA

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ومغفراتحو وريذوانهو 

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu
wamaghfiraatuhu waridhwaanuh

Semoga keselamatan dan kesejahteraanNya, 
juga rahmat dan barakahNya 
serta ampunan dan kemuliaanNya 
dicurahkan oleh Allah Azza wa Jalla kepadamu.






LANDASAN AL-QUR’AN & AL-HADITS


1. AL-QUR’AN

“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: ‘Salaamun ‘alaikum’.”
(Al-An`aam [6]: 54)

“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya."

(An-Nuur [24]: 61)


“… dan apabila dirimu diberikan penghormatan dengan sesuatu ucapan hormat (seperti memberi salam) maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesunguhnya Allah senantiasa menghitung setiap sesuatu.”

(An-Nisaa [4]: 87)


2. AL-HADITS

Rasulullah saw. bersabda,
“Salam sebelum kalam (pembicaraan).”

(HSR, At-Tirmizi, no: 2699)

Dari Anas ra., Rasulullah saw. bersabda, 


"Wahai anakku, apabila kamu datang kepada keluargamu maka ucapkanlah salam, niscaya kamu dan keluargamu mendapat barakah”.
(HSR. Riwayat At-Tirmizi)

-*-


PENJELASAN


Mengucapkan salam yang sebaik-baiknya sama dengan mendoakan saudara qt dengan sepenuh hati.
Mengucapkan salam, nilai ibadahnya sama dengan bershadaqah.

Terdapat 4 lafadz yang biasa digunakan untuk memberi salam kepada orang lain dengan masing-masing memiliki ganjaran pahalanya sendiri:

  1. Assalamu’alaikum – 10 pahala
  2. Assalamu’alaikum warahmatullaah- 20 pahala, dikenal dengan Salam Ta’aruf.
  3. Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh- 30 pahala, dikenal dengan Salam Ukhuwah.
  4. Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu wamaghfiraatuhu waridhwaanuh - 40 pahala, dikenal dengan Salam Da’wah.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Imran ibn Hussin ra., ia berkata:
”Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw dan mengucapkan ’Assalamu’alaikum’, maka dijawab oleh Rasulullah, dan ketika ia duduk, Rasulullah s.a.w. bersabda, ’(ganjaran pahalanya) Sepuluh.’
Kemudian datang seorang yang lain memberi salam ‘Assalamu’alaikum warahmatullaah’. Rasulullahpun menjawabnya, ketika ia duduk, Rasulullah bersabda; ’(ganjaran pahalanya) Dua puluh.’
Kemudian datang orang yang ketiga dan mengucapkan Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh’, Rasulullah kembali menjawabnya, dan ketika ia duduk, Rasulullah kembali bersabda; ’(ganjaran pahalanya) Tiga puluh’.”
(Hadith Shahih Riwayat Abu Dawud no. 5195 dan Tirmidzi no. 2689)

Dari Muadz bin Anas ra., ia melanjutkan,
“Kemudian datang lagi orang lain seraya mengucapkan: ‘Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuhu wamaghfiraatuhu waridhwaanuh’. Rasulullah lalu bersabda: ‘(ganjaran pahala) Empat puluh’. Dan Beliau bersabda lagi: ‘Demikianlah pahala amalan-amalan utama’.” 
(Hadits Hasan Riwayat Abu Dawud)

Pengucapan salam ini telah berbilang tahun dipakai di padepokan q, Ilham Taqwa - Insan Kamil. Dan sebenarnya pengucapan salam ini, telah biasa digunakan saudara-saudara seiman qt dari SingapuraMalaysia dan Brunei Darussalam; juga pada beberapa website di internet.
-*-



KESIMPULAN

  1. Bila seseorang muslim mengucapkan ”Assalamu’alaikum”, maka jawablah ”Wa’alaikumussalam warahmatullaah.”
  2. Bila seseorang muslim mengucapkan ”Assalamu’alaikum warahmatullaah”, maka jawablah ”Wa’alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh.”
  3. Bila seseorang muslim mengucapkan ” Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”, maka jawablah ”Wa’alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuhu wamaghfiraatuhu waridhwaan.”
Tulisan ini hanya sebagai khasanah Islam dan himbauan saja, q berharap persoalan ini tidak menjadi sebuah penghalang dari silahturahmi qt semua, sebab masing-masing dari qt memiliki ijtihadnya sendiri-sendiri.

--***--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar