Artikel ini akan membahas 7 hal seputar Iblis:
1. ASAL USUL IBLIS
2. IBLIS BERKETURUNAN
3. IBLIS TIDAK TAMPAK BAGI MANUSIA
4. IBLIS JUGA CIPTAAN ALLAH SWT
5. ALLAH MENGIZINKAN IBLIS MENYESATKAN MANUSIA
6. TUGAS IBLIS
7. KUASA ALLAH LEBIH DARI IBLIS
8. TEMPAT TINGGAL IBLIS
8. TEMPAT TINGGAL IBLIS
-*-
1. ASAL USUL IBLIS
Iblis itu termasuk dalam golongan jin
AL-QUR’AN
a. “Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap perintah Rabb-nya."
Iblis itu termasuk dalam golongan jin
AL-QUR’AN
a. “Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap perintah Rabb-nya."
(Al-Kahfi [18]: 46a)
b. “... kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…”
(Al-Kahfi [18]: 50b)
ATSAR ULAMA
Al-Hasan Al-Bashri ra. mengatakan,
“Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia”.
(Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat Al-Kahfi ayat 50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya.)
PENGAKUAN IBLIS TENTANG ASAL USULNYA
“Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”
(Al-A’raf [7]: 12)
-*-
2. IBLIS BERKETURUNAN
AL-QUR’AN
a. "Akankah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai kekasih selain Aku, …”
(Al-Kahfi [18]: 46b)
b. "Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya..."
(Al-Kahfi [18]: 50c).“
AL-HADITS
Dari Tsabit ra., Rasulullah bersabda,
”Telah sampai berita pada kami bahwa iblis bertanya kepada Allah, ’Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menciptakan Adam dan Engkau menjadikannya antara aku dengan dia sebagai musuh, maka berilah aku bagian untuk bisa menguasai keturunannya?’ ...
Allah menjawab,’Tidaklah lahir seorang manusia kecuali bersamaan dengannya sepuluh anak kamu’...”
Jelaslah bagi qt bahwa iblis itu lebih banyak dari qt, dimana ketika seorang manusia melahirkan seorang bayi manusia, iblis melahirkan 10 bayi iblis.
-*-
3. IBLIS TIDAK TAMPAK BAGI MANUSIA
AL-QUR’AN
“Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat mereka.”
(Al-A’raf [7]: 27)
-*-
4. IBLIS JUGA CIPTAAN ALLAH SWT
AL-QUR’AN
Perhatikan ayat-ayat berikut ini,
a. “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.”
(Ar-Rahman [55]: 15)
b. “Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap perintah Rab-nya."
(Al-Kahfi [18]: 46a)
c. ”Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.”
(Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94)
Dari ketiga poin diatas, jelaslah bahwa iblis juga ciptaan Allah.
-*-
5. ALLAH MENGIZINKAN IBLIS MENYESATKAN MANUSIA
Iblis sebagai ciptaan Allah diIZINkan Penciptanya untuk menguji dan menyesatkan manusia.
AL-QUR’AN
a, Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.
(Al-Hijr [15]: 39)
b. Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil".
(Al-Israa`[17]: 62)
c. Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya,.."
(Shaad [38]: 82)
Dan hingga kini iblis diizinkan Allah untuk menguji dan menyesatkan manusia.
Sebab Allah menyatakan dalam firman-Nya,
6. TUGAS IBLIS
Setelah Iblis diizinkan Allah untuk menguji dan menyesatkan manusia. Maka inilah pernyataan iblis akan tugasnya.
AL-QUR’AN
a. (Iblis berkata): "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".
(Al- Hijr [15]: 39-40).
b. (Iblis menjawab): "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (tha’at)"
(Al-Araf [7]:16-17).
-*-
7. KUASA ALLAH LEBIH DARI IBLIS
AL-QUR’AN
-*-
8. TEMPAT TINGGAL IBLIS
b. “... kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…”
(Al-Kahfi [18]: 50b)
ATSAR ULAMA
Al-Hasan Al-Bashri ra. mengatakan,
“Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia”.
(Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat Al-Kahfi ayat 50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya.)
PENGAKUAN IBLIS TENTANG ASAL USULNYA
“Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”
(Al-A’raf [7]: 12)
-*-
2. IBLIS BERKETURUNAN
AL-QUR’AN
a. "Akankah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai kekasih selain Aku, …”
(Al-Kahfi [18]: 46b)
b. "Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya..."
(Al-Kahfi [18]: 50c).“
AL-HADITS
Dari Tsabit ra., Rasulullah bersabda,
”Telah sampai berita pada kami bahwa iblis bertanya kepada Allah, ’Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menciptakan Adam dan Engkau menjadikannya antara aku dengan dia sebagai musuh, maka berilah aku bagian untuk bisa menguasai keturunannya?’ ...
Allah menjawab,’Tidaklah lahir seorang manusia kecuali bersamaan dengannya sepuluh anak kamu’...”
Jelaslah bagi qt bahwa iblis itu lebih banyak dari qt, dimana ketika seorang manusia melahirkan seorang bayi manusia, iblis melahirkan 10 bayi iblis.
-*-
3. IBLIS TIDAK TAMPAK BAGI MANUSIA
AL-QUR’AN
“Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat mereka.”
(Al-A’raf [7]: 27)
-*-
4. IBLIS JUGA CIPTAAN ALLAH SWT
AL-QUR’AN
Perhatikan ayat-ayat berikut ini,
a. “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.”
(Ar-Rahman [55]: 15)
b. “Iblis itu dari golongan jin, dan dia membangkang terhadap perintah Rab-nya."
(Al-Kahfi [18]: 46a)
c. ”Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.”
(Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94)
Dari ketiga poin diatas, jelaslah bahwa iblis juga ciptaan Allah.
-*-
5. ALLAH MENGIZINKAN IBLIS MENYESATKAN MANUSIA
Iblis sebagai ciptaan Allah diIZINkan Penciptanya untuk menguji dan menyesatkan manusia.
AL-QUR’AN
a, Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.
(Al-Hijr [15]: 39)
b. Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil".
(Al-Israa`[17]: 62)
c. Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya,.."
(Shaad [38]: 82)
Dan hingga kini iblis diizinkan Allah untuk menguji dan menyesatkan manusia.
Sebab Allah menyatakan dalam firman-Nya,
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah;...”
(Ath-Thaghabun [64]: 11)
-*-6. TUGAS IBLIS
Setelah Iblis diizinkan Allah untuk menguji dan menyesatkan manusia. Maka inilah pernyataan iblis akan tugasnya.
AL-QUR’AN
a. (Iblis berkata): "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".
(Al- Hijr [15]: 39-40).
b. (Iblis menjawab): "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (tha’at)"
(Al-Araf [7]:16-17).
-*-
7. KUASA ALLAH LEBIH DARI IBLIS
AL-QUR’AN
”Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu.”
(Saba` [34]: 21)
8. TEMPAT TINGGAL IBLIS
AL-HADITS
Dari Anas bin Malik ra., Rasulullah saw. bersabda,
”Iblis telah bertanya pada Allah, katanya , ’Wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan anak Adam tempat kediaman untuk mereka berteduh dan berzikir kepada-Mu, oleh itu tunjukkanlah padaku tempat kediaman untukku’.
Firman Allah, ’Tempat kediamanmu adalah di dalam tandas’ (jamban)."
--***--
1. Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94.
2. Hikayat Ash-Shufiyyah, Muhammad Abu Al-Yusr 'Abidin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar