SALAM

السلام عليكم ورحمتلاهي وبركاته ومغفراتهو وريذوانهء

Selasa, 18 Februari 2014

HIJABER SEJATI

Rasulullah saw. bersabda,

”Pada malam Mi’raj, aku menyaksikan…. sejumlah wanita-wanita yang memakai pakaian-pakaian tipis dan menampakkan tubuh (setengah telanjang) dengan wajah-wajah yang tidak tertutupi. 
Mereka ini tidak akan memasuki syurga dan tidak akan sampai kepadanya wangi syurga...”.
(Atsaar as-Shadiqiin, Jilid 3)





Alhamdulillah, kini dimana-mana, semakin banyak q lihat wanita berhijab. Begitu juga dengan iklan di TV, 70% telah menyertakan figuran wanita berhijab. Demikian pula dengan salon-salon kecantikan yang mengkhususkan wanita, dan lelaki dilarang masuk. Lalu, di beberapa kota besar q juga melihat, telah berdiri beberapa gedung outlet dan butik yang cukup mentereng, khusus untuk keperluan berhijab. Dengan mode dan tatanan busana yang ’trendy’, membuat para ’hijaber’ merasa nyaman dan percaya diri.

Tetapi disisi lain, banyak para hijaber kurang memperhatikan cara berhijab yang benar, kebanyakan yang q temui sebenarnya belum sepenuhnya berhijab. Hal ini q bagi dalam 2 hal:
1. Cara menggunakan hijab.
2. Perilaku setelah berhijab.
-*-


1. CARA MENGGUNAKAN HIJAB

a. Ada beberapa remaja dalam berhijab, menggunakan:
  • Jilbab pendek, sehingga busungan dada justru nyata terlihat.
  • Kaos atau atasan yang dipakai, sangat ketat. Sehingga menunjukkan lekak-lekuk tubuh.
  • Bawahan yang sering dipakai, rata-rata celana panjang yang ketat, seperti ‘legging’ atau ‘stretch’. Sementara panjangnya atasan rata-rata pendek, tidak menutupi belahan aurat (daerah V dan pantat).
b. Ada juga beberapa ibu-ibu dalam berhijab, menggunakan:
  • Kerudung tanpa tutup kepala (ciput), sehingga rambut justru terlihat jelas.
  • Atasan yang dipakai, pada bagian lengan, terbuat dari bahan transparan, sehingga bentuk lengan tampak terlihat.
  • Bawahan yang dikenakan, rata-rata juga celana panjang yang ketat.
-*-



2. PERILAKU SETELAH BERHIJAB

Sebenarnya ketika qt telah berhijab, beberapa perilaku buruk qt, wajib qt ubah. Namun kenyataannya, banyak wanita belum menyadarinya. Sehingga pahala berhijabnya dipastikan berkurang.

Adapun perilaku umum yang nyata terlihat belum sepenuhnya berubah adalah:

  1. Ghibah alias gosip atau bergunjing.
  2. Berdagang memakai riba (kredit).
  3. Riya (pamer)
  4. Latah, mengucapkan kata-kata kotor atau tidak baik.
  5. 5. Saat menghadiri pengajian, wanita itu berhijab, namun saat duduk-duduk di luar rumah, justru memakai kaos tanpa lengan, celana pendek atau daster tipis.

-*-



Dari 2 poin diatas, sangatlah disayangkan bila niat berhijab dinodai dengan hal-hal seperti itu. Sebab sebenarnya berhijab yang disenangi Allah adalah berhijab secara keseluruhan. Artinya berbusana yang sesuai fiqh dan aqidah Islam, dilengkapi dengan ’ahlakhul karimah’ (perilaku yang baik).

Sebagaimana firman Allah didalam Al-Qur’anul Karim;

“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu dan istri-istri orang mu’min: ’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…’.”
(Al-Ahzab [33]: 59a) 


-*-


KIAT BERHIJAB YANG SYAR’I
Berikut ini q sampaikan cara-cara berhijab yang Insya Allah, Syar’i:

1. JILBAB
Menggunakan jilbab atau kerudung seharusnya:
a. Dari bahan yang tidak tembus pandang.
b. Panjang hingga menutup wilayah dada.
c. Memakai tutup kepala (ciput), agar rambut tidak terlihat.
d. Warna yang tidak menyolok dan berkesan teduh.

2. BUSANA
Busana yang dikenakan:
a. Seharusnya gamis, atau pakaian panjang terusan (longgar) hingga lewat mata kaki, tanpa jahitan yang membentuk pinggang.
b. Bisa juga berupa atasan longgar yang panjangnya melewati daerah V dan pantat. Dipadu dengan rok panjang (lebar) hingga lewat mata kaki.
c. Bahannya tidak boleh transparan.
d. Warna disarankan yang tidak menyolok, baiknya warna teduh.
e. Lengkapi dengan celana panjang, untuk dalaman.

3. KAOS KAKI
Alangkah baik bila dilengkapi dengan menggunakan kaos kaki (bukan stocking) berwarna teduh, jangan coklat muda (karena mirip dengan warna kulit).

4. MAKE-UP
Riasan di wajah sebenarnya cukup basuhan air wudhu dan celak (sipat mata). Tetapi bila ingin berdandan, diizinkan menggunakan make-up tipis. Sebaiknya setelah berwudhu baru berdandan.

5. PEWARNA KUKU
Sebaiknya memakai inai atau pacar, atau bahan yang terbuat dari herbal alami. Disarankan berwudhu terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

6. PERHIASAN
Sebaiknya tidak diperlihatkan, seperti; kalung, gelang dan anting.

7. PARFUM
Wewangian yang dipakai, sebenarnya cukup petikan bunga (seperti melati, cempaka, kemuning atau kenanga), yang disisipkan didalam jilbab dan kantong pakaian. Tetapi bila ingin memakai parfum, diizinkan menggunakan parfum yang tidak beralkohol dan bau wanginya tidak menyengat.

--***--

Diedit dari berbagai Sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar