a. NASIB
Pengertiannya: Keadaan seseorang (bersangkutan dengan rizqi, ilmu, peradaban dan kesehatan).
Sebagaimana firman Allah didalam Al-Qur’anul Karim,
”... Sesungguhnya Allah tidak merubah (Nasib) keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan (Nasib) yang ada pada diri mereka sendiri.
(Ar-Ra’d [13]: 11b)
Contohnya:
• Tanpa berusaha atau berikhtiar, tidak mungkin ada sepiring nasi dan lauknya tersedia dihadapan qt.
• Tanpa belajar, mustahil menjadi pandai.
• Tanpa ilmu, peradaban kuno tidak mungkin menjadi peradaban modern.
• Tanpa berobat, belum tentu sembuh.
Jadi dengan kata lain Nasib seseorang itu berjangka waktu;
• Ada kalanya berkecukupan rizqi, tetapi suatu ketika bisa juga berkekurangan.
• Walau sudah belajar, kadang merasa pintar, bisa juga masih bodoh.
• Dan ada kalanya qt sakit, tetapi lebih sering qt sehat
b. TAQDIR
Disini berlaku kategori pembahasan tentang QADAR (Lihat artikel berjudul Qadar, b. Khusus Manusia.)
Pengertiannya: Setelah Nasib telah berjalan dan di usahakan semaksimal mungkin, alias sesuai kemampuan seseorang, entah itu berhasil atau tidak, maka keberlanjutannya itu telah jatuhlah Ketentuan Allah (Taqdir Allah).
Contohnya (dikhususkan untuk yang kurang beruntung saja):
• Sudah berikhtiar sekuat tenaga, namun tetap berkekurangan hingga akhir hayat.
• Sudah berobat kemana saja, namun penyakitnya tidak kunjung sembuh hingga akhir hayat.
• Sudah menentukan pilihan, ternyata membawa kesengsaraan, dan dibiarkan hingga akhir hayat.
Sebagaimana firman Allah didalam Al-Qur’anul Karim,
”... Dan apabila Allah menghendaki (Taqdir) keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya;...”
(Ar-Ra’d [13]: 11b)
-*-
SUMBER
1. Buletin “Uswatun Hasanah”, 25 Oktober 2002
2. Kitab “Al-Iimaan bil Qadhaa’ wal Qadar”, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.
3. Kitab “Al-Qadhaa' wal Qadar”, Syaikh Dr. ‘Umar al-Asyqar.
4. “Kupas Tuntas Masalah Takdir”, Ahmad Syaikhu, Sag., Pustaka Ibnu Katsir.
5. Materi pelajaran Padepokan Hikmah Ilham Taqwa – Insan Kamil, Desember 2013.
1. Buletin “Uswatun Hasanah”, 25 Oktober 2002
2. Kitab “Al-Iimaan bil Qadhaa’ wal Qadar”, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.
3. Kitab “Al-Qadhaa' wal Qadar”, Syaikh Dr. ‘Umar al-Asyqar.
4. “Kupas Tuntas Masalah Takdir”, Ahmad Syaikhu, Sag., Pustaka Ibnu Katsir.
5. Materi pelajaran Padepokan Hikmah Ilham Taqwa – Insan Kamil, Desember 2013.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar