SALAM

السلام عليكم ورحمتلاهي وبركاته ومغفراتهو وريذوانهء

Selasa, 18 Februari 2014

QADHA’ (Sebuah perenungan sederhana)


“Mereka, yakni para ulama mengatakan, ‘Qadha' adalah ketentuan yang bersifat umum dan global sejak zaman azali (awal), ...

(Ibnu Hajar al-Asqalani rhm.)

Salah satu bagian dari Rukun Iman yang wajib dipercaya oleh umat Islam adalah ”Adanya Qadha’ dan Qadar”. Namun masih banyak diantara qt yang kurang memahami artinya.

Pada kesempatan ini, q mencoba untuk membahasnya secara sederhana. (Untuk Qadar silahkan buka di artikel berjudul Qadar)

-*-

QADHA’
Artinya: Penciptaan.
Sebagaimana firman Allah didalam Al-Qur’anul Karim,
”Fa qadhaa’ hunna sab'a samaawaatin...”
Yang artinya:
Maka Dia menjadikannya (Qadha’) tujuh langit…
(Fushshilat [41]: 12)

Qadha’ adalah bukti ciptaan dari sebuah Firman.
Sedangkan Firman adalah perintah (ucapan) Allah saat mewujudkan sebuah ciptaan.


Perhatikan firman Allah didalam Al-Qur’anul Karim,
a. FIRMAN ALLAH
”... Kun...”
Yang artinya:
... Jadilah...
b. QADHA’ ALLAH
“...Fayakuun”
Yang artinya:
... maka terjadilah ia.
(Yaasin [36]: 82)

Kun (Jadilah) dan Fayakuun (Terjadilah), terjadi disetiap mahluk dan alam semesta yang berada didalam Tata Surya Bimas(ch)akti ini (Matahari, Bulan, Bumi, Planet-planet, Bintang dan seluruh benda angkasa lainnya).

Qadha’ dan Kun (Firman) Allah, terjadi sejak awal mahluk itu diciptakan hingga akhir hayat mahluk tersebut. Maksudnya, Qadha’ dan Kun hanya dilakukan Allah sekali saja untuk setiap mahluk.
Contohnya:
Dari qt dilahirkan hingga qt wafat, telah berlaku Qadha’ dan Kun Allah atas qt.

Perhatikan firman Allah tentang Qadha’, didalam Al-Qur’anul Karim,
a. “… Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya [Qadha’] pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya…”
(Al-A`raaf [7]: 54b)
b. ”Sesungguhnya dalam penciptaan (Qadha’); langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, ... Allah turunkan dari langit berupa air, ... Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; ...”
(Al-Baqarah [2]: 164)

Namun untuk jenis (mahluk) yang sama, Qadha’ dan Kun Allah terjadi berulang untuk setiap jenisnya.
Perhatikan firman Allah didalam Al-Qur’anul Karim,
a. ”Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam...”
(Aali 'Imran [3]: 59a)
Maksudnya Nabi ‘Isa as., diciptakan Allah dengan meniupkan Ruh-Nya kedalam rahim Siti Maryam. Sama halnya saat Nabi Adam as. diciptakan, Allah telah meniupkan Ruh-Nya kedalam sebentuk tanah liat.
b. ”... Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya...”
(Al-Anbiyaa' [21]: 104b)

Karena Kun Allah terjadi pada awal penciptaan suatu mahluk hingga akhir hayatnya, maka baiknya bila qt berdu’a, janganlah mengakhiri du’a dengan kata, “Biarlah Kun Mu- yang jadi”. Tetapi, “Biarlah KEHENDAK (Qadar) Mu- yang jadi”.
Sebab jelas firman Allah didalam Al-Qur’anul Karim,
"... Sesungguhnya Allah melapangkan rizq bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rizq itu)."
(Ar-Ruum [30]: 37)

-*-

SUMBER
1. Buletin “Uswatun Hasanah”, 25 Oktober 2002
2. Kitab “Al-Iimaan bil Qadhaa’ wal Qadar”, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.
3. Kitab “Al-Qadhaa' wal Qadar”, Syaikh Dr. ‘Umar al-Asyqar.
4. “Kupas Tuntas Masalah Takdir”, Ahmad Syaikhu, Sag., Pustaka Ibnu Katsir.
5. Materi pelajaran Padepokan Hikmah Ilham Taqwa – Insan Kamil, Desember 2013.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar