SALAM

السلام عليكم ورحمتلاهي وبركاته ومغفراتهو وريذوانهء

Senin, 15 Juli 2013

TRADISI JADI KEYAQINAN I

(Salah Kaprah justru menjadi Pembenaran)

ALIRAN NAHDLATUL ULAMA DAN ALIRAN MUHAMMADIYAH


Sebagai penganut agama Islam di Indonesia, pasti tahu tentang Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah.
Kebanyakan dari qt bila hendak menunaikan shalat, ada yang berkata, “Shalatnya jangan di masjid Muhammadiyah, nanti saja di masjid Nahdlatul Ulama”.
Ada juga yang berkata, “Ssst, ibu itu kan Muhammadiyah, kalau ada yang wafat, mereka nda’ menyelenggarakan tahlilan”.






Sebenarnya disinilah terjadi kesalah-pahaman, dimana 

Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bukanlah aliran dalam agama Islam, tetapi sebuah organisasi agama yang dalam perkembangannya turut mempengaruhi politik negara ini dan masyarakatnya terutama umat Muslim.
-*-



Organisasi Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama)

Adapun Organisasi Nahdlatul Ulama berdiri pada tanggal 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344 H). Dimana KH. Hasyim Asy'ari (Kakek Abdurrahman Wahid [Gus Dur]) ditunjuk sebagai Rais Akbar (Ketua I).


Organisasi Muhammadiyah

Sedangkan Organisasi Muhammadiyah didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman, Yogyakarta, pada tanggal 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330 H). Organisasi ini bertujuan untuk memurnikan ajaran Islam yang dianggap banyak dipengaruhi hal-hal mistik.


Kedua organisasi keagamaan ini beraliran ‘ahlusunnah wal jama’ah’.
Aliran (firqah) ‘ahlusunnah wal jama’ah’ atau dikenal juga dengan ‘sunni’ adalah aliran yang menjadikan Al-Qur’an, Al-Hadits, Asnad Shahabat, Atsar Tabi’at (Wali Akbar) dan Tabi’in (Ulama Akbar); sebagai pedoman keimanannya.
-*-


Jadi jelaslah kini bahwa, 

TIDAK ADA ALIRAN NAHDLATUL ULAMA MAUPUN ALIRAN MUHAMMADIYAH. 
Yang ada adalah ALIRAN AHLISUNNAH WAL JAMA’AH.


--***--

Disadur dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar