“Dan hanyalah Allah Yang Maha Tinggi lagi Yang Maha Tahu hal yang sebenarnya”.
Kalimat ini sebenarnya adalah penggalan dari kata;
- Wallaahu: “Dan hanyalah Allah”.
- Ta’aalaa: “Yang Maha Tinggi”.
- A’lam: “Yang Maha Tahu”.
- Bish Shawaab: “Hal Sebenarnya”.
Sebagai seorang hamba Allah Azza wa Jalla, yang mengakui dirinya sebagai
- Wallaahu: “Dan hanyalah Allah”.
- Ta’aalaa: “Yang Maha Tinggi”.
- A’lam: “Yang Maha Tahu”.
- Bish Shawaab: “Hal Sebenarnya”.
Sebagai seorang hamba Allah Azza wa Jalla, yang mengakui dirinya sebagai
AL INSAAN MAHALLUL KHATHA’ WAN NISYAAN,
yang artinya ”Manusia tempatnya Salah dan Lupa”, menyadarkan q untuk mengakui kekurangan dan kefakiran pengetahuan q.
Q hanya memiliki secuil kebenaran saja, sementara pemilik segala pengetahuan dan kebenaran yang haqiki hanyalah Allah Azza wa Jalla.
Demikian pula dengan ijtihad (pandangan) q dalam karya-karya q. Hanyalah Allah yang Maha Tahu akan kebenaran dan kesalahan q.
AL-HADITS
Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda,
Q hanya memiliki secuil kebenaran saja, sementara pemilik segala pengetahuan dan kebenaran yang haqiki hanyalah Allah Azza wa Jalla.
Demikian pula dengan ijtihad (pandangan) q dalam karya-karya q. Hanyalah Allah yang Maha Tahu akan kebenaran dan kesalahan q.
AL-HADITS
Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda,
“Walau seorang mujtahid (orang yang ber ijtihad) tersebut salah, ia tetap mendapat satu pahala. Jika ternyata ia benar, maka ia akan memperoleh dua pahala.”
(Muttafaq ’alaih)
ATSAR ULAMA
Imam al-Haramayn al-Juwayni rhm. Berkata,
Imam al-Haramayn al-Juwayni rhm. Berkata,
“Allah sebenarnya tidak mewajibkan qt untuk menemukan kebenaran mutlak, tetapi Allah mewajibkan qt untuk mencari tanpa henti.”
(Kitab al-Ijtihad)
-*-CATATAN:
Sering diantara qt salah dalam menulis kata A’LAM dengan ‘ALAM.
Kedua kata ini berbeda arti.
Bila A’LAM, berarti ”Yang Maha Tahu”, sedangkan ’ALAM, berarti ”Alam”.
--***--

Tidak ada komentar:
Posting Komentar