- Sembahlah Allah Yang Tunggal, jangan mempersekutukan-Nya dengan sembahan lain.
- Hormatilah Ayah dan Ibu.
- Perkuatlah Kekeluargaan dan Silaturahmi (Ukuwah).
- Peliharalah Anak-anak Yatim dan Fakir Miskin.
- Dirikanlah Shalat (Ibadah).
- Tunaikan Zakat dan Infaq.
- Jangan Membunuh orang yang diharamkan Allah, kecuali dengan (alasan) yang benar.
- Jangan berZina.
- Jangan berSaksi Palsu (berDusta), apalagi mendustakan Al-Qur’an dan Al-Hadits.
- Jangan Kikir/Pelit.
PRAKTEK PELANGGARAN AL HUQUQ AL ASHRA
10 Perintah Akbar Allah (Al Huquq Al Ashra), dalam Prakteknya disebut juga 10 DOSA BESAR.
- Mempersekutukan Allah dengan; harta, status dan jabatan.
- Anak-anak yang mendurhakai Orangtua.
- Kaum Keluarga dekat tidak diperdulikan dan memutuskan Silaturahmi.
- Menelantarkan Anak Yatim dan Fakir Miskin.
- Shalat (Ibadah) dengan sengaja dilalaikan.
- Zakat dan Infaq tidak ditunaikan.
- Pembunuhan berlandaskan nafsu (dendam, serakah dan iri hati).
- Selingkuh dan ’kumpul kebo’ (lelaki dan wanita yang bukan mahram, tinggal bersama tanpa ikatan nikah halal).
- Pembohong, Munafik, Pengadu domba, Ingkar Janji.
- Pelit harta dan ilmu.
10 Perintah Akbar Allah (Al Huquq Al Ashra), dalam Prakteknya disebut juga 10 DOSA BESAR.
AL-QUR’AN
a. “... Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling”.
(Al-Baqarah [2]: 83)
b. "... Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan… dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami (nya).”
(Al-An`aam [6]: 151)
c. “… dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, tha’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya; …”
(Al-Mujaadilah []: 13)
AL-HADITS
a. Rasulullah saw.pernah ditanya oleh Ibnu Mas’ud ra., “Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?”
Beliau menjawab, “Yaitu kamu adakan tandingan bagi Allah, padahal Dia menciptakanm”.
Aku (Ibnu Mas’ud) bertanya, “Kemudian apa?”
Beliau menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena takut jika ia makan bersamamu”.
Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?”
Beliau menjawab, “Engkau menzinai istri tetanggamu”.
(HR. Imam Bukhari,dari Ibnu Mas’ud ra.)
b. Orang-orang yang sebelumnya musyrik, pernah melakukan banyak pembunuhan dan melakukan banyak perzinaan, mereka itu mendatangi Rasulullah dan berkata, “Sesungguhnya apa yang engkau ucapkan dan engkau serukan sungguh bagus. Sudikah kiranya engkau memberitahukan kepada kami penebus amal kami?...”
(HR. Imam Bukhari, dari Ibnu Abbas ra.)
a. “... Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling”.
(Al-Baqarah [2]: 83)
b. "... Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan… dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami (nya).”
(Al-An`aam [6]: 151)
c. “… dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, tha’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya; …”
(Al-Mujaadilah []: 13)
AL-HADITS
a. Rasulullah saw.pernah ditanya oleh Ibnu Mas’ud ra., “Dosa apa yang paling besar di sisi Allah?”
Beliau menjawab, “Yaitu kamu adakan tandingan bagi Allah, padahal Dia menciptakanm”.
Aku (Ibnu Mas’ud) bertanya, “Kemudian apa?”
Beliau menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena takut jika ia makan bersamamu”.
Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?”
Beliau menjawab, “Engkau menzinai istri tetanggamu”.
(HR. Imam Bukhari,dari Ibnu Mas’ud ra.)
b. Orang-orang yang sebelumnya musyrik, pernah melakukan banyak pembunuhan dan melakukan banyak perzinaan, mereka itu mendatangi Rasulullah dan berkata, “Sesungguhnya apa yang engkau ucapkan dan engkau serukan sungguh bagus. Sudikah kiranya engkau memberitahukan kepada kami penebus amal kami?...”
(HR. Imam Bukhari, dari Ibnu Abbas ra.)
--***--
SUMBER: Materi Pelajaran Padepokan Hikmah Ilham Taqwa - Insan Kamil

Tidak ada komentar:
Posting Komentar