“Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh.
Ia akan merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, juga dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki.”
(Imam Al-Ghazali rhm.)
GAMBARAN UMUM SAKARATUL MAUT NORMAL
Berdasarkan pengetahuan medis dan pengalaman dilapangan, maka ciri-ciri orang yang tengah mengalami sakaratul maut normal, alias bukan karena kecelakaan, adalah sebagai berikut:
1. Nafasnya cepat dan pendek (seperti orang yang sedang lomba lari) dan agak mendengkur.
2. Suhu tubuh tiba-tiba naik diikuti frekwensi denyut jantung yang semakin cepat, kemudian menjadi dingin, diikuti menurunnya frekwensi denyut nadi.
3. Si penderita mengalami perasaan resah, gelisah dan ketakutan yang amat sangat, keringat dan air mata saling bercucuran.
4. Tangannya mulai kebiru-biruan, berikutnya, sekujur tubuh menjadi dingin dimulai dari bagian kaki lalu ke seluruh tubuh;
5. Nafas mulai semakin sulit, dada terasa tertekan, tenggorokan terasa tercekik.
6. Mulutnya mulai mengeluarkan kata-kata yang paling sering ia sebut.
• Bila ia sering berdzikr, maka akan terucap, ”Astaghfirullahal adziim... Allaahu Akbar... Laa Ilaaha Ilallaahu”.
• Tetapi bila ia jauh dari dzikr, maka akan terucap (maaf), ”Anjing... Bangsat...” dan kata-kata kotor lainnya.
7. Si penderita yang Mu’min, selanjutnya akan merasakan hawa sejuk di bagian pusar, terus menuju pinggang hingga ke tulang sulbi (tulang ekor). Dianjurkan untuk dibimbing terus, untuk mengucap dua kalimah syahadat dan tetap tenang menantikan kedatangan Malaikat Maut.
Bila ini dirasakan oleh si penderita, maka dipastikan ia akan wafat dalam keadaan KHUSNUL KHATIMAH.
8. Kesadaran menurun drastis, gerakan menghilang secara berangsur-angsur, dimulai dari ujung kaki dan ujung tangan. Ujung hidung terasa dingin dan lembab.
9. Pernapasan terhenti. Aktivitas otak, jantung dan paru-paru pun berangsur-angsur berhenti.
10. Kulit nampak kebiru-biruan, kelabu atau pucat.
11. Tekanan darah menurun drastis, peredaran darah perifer terhenti. Otot rahang mengendur, dan wajah penderita berubah pasrah.
-*-
GAMBARAN SAKARATUL MAUT MENURUT AL-HADITS
1. Nafasnya cepat dan pendek (seperti orang yang sedang lomba lari) dan agak mendengkur.
2. Suhu tubuh tiba-tiba naik diikuti frekwensi denyut jantung yang semakin cepat, kemudian menjadi dingin, diikuti menurunnya frekwensi denyut nadi.
3. Si penderita mengalami perasaan resah, gelisah dan ketakutan yang amat sangat, keringat dan air mata saling bercucuran.
4. Tangannya mulai kebiru-biruan, berikutnya, sekujur tubuh menjadi dingin dimulai dari bagian kaki lalu ke seluruh tubuh;
5. Nafas mulai semakin sulit, dada terasa tertekan, tenggorokan terasa tercekik.
6. Mulutnya mulai mengeluarkan kata-kata yang paling sering ia sebut.
• Bila ia sering berdzikr, maka akan terucap, ”Astaghfirullahal adziim... Allaahu Akbar... Laa Ilaaha Ilallaahu”.
• Tetapi bila ia jauh dari dzikr, maka akan terucap (maaf), ”Anjing... Bangsat...” dan kata-kata kotor lainnya.
7. Si penderita yang Mu’min, selanjutnya akan merasakan hawa sejuk di bagian pusar, terus menuju pinggang hingga ke tulang sulbi (tulang ekor). Dianjurkan untuk dibimbing terus, untuk mengucap dua kalimah syahadat dan tetap tenang menantikan kedatangan Malaikat Maut.
Bila ini dirasakan oleh si penderita, maka dipastikan ia akan wafat dalam keadaan KHUSNUL KHATIMAH.
8. Kesadaran menurun drastis, gerakan menghilang secara berangsur-angsur, dimulai dari ujung kaki dan ujung tangan. Ujung hidung terasa dingin dan lembab.
9. Pernapasan terhenti. Aktivitas otak, jantung dan paru-paru pun berangsur-angsur berhenti.
10. Kulit nampak kebiru-biruan, kelabu atau pucat.
11. Tekanan darah menurun drastis, peredaran darah perifer terhenti. Otot rahang mengendur, dan wajah penderita berubah pasrah.
-*-
GAMBARAN SAKARATUL MAUT MENURUT AL-HADITS
Didalam sebuah hadits, Rasullullah saw. menggambarkan proses sakaratul maut seseorang, sebagai berikut,
”Apabila telah sampai ajal seseorang itu, maka;
1. Akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik ruhnya melalui kedua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut.
2. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik ruh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar.
3. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik ruhnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar.
4. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik ruh dari dadanya hingga sampai ke kerongkongan dan itulah yang dikatakan saat ’nazak’ (kematian) orang itu.
Sedang dalam hadits lainnya Rasulullah saw., menggambarkan proses sakaratul maut seorang Mu’min, sebagai berikut,
”Saat seorang mu’min itu akan dicabut nyawanya maka datanglah Malaikat Maut.
1. Ketika Malaikat Maut hendak mencabut ruh dari arah mulut maka keluarlah PUASA dan DZIKIR dari mulut orang mu’min itu dengan berkata,
’Tidak ada jalan bagimu mencabut ruh orang ini melalui jalan ini, karena ia senantiasa ber-Puasa dan menjadikan lidahnya ber-Dzikir kepada Allah SWT’. Malaikat Maut lalu melapor kepada Allah, lalu Allah berfirman,
’Wahai Malaikat Maut, cabutlah ruhnya dari arah yang lain
2. Lalu Malaikat Maut kembali mencoba mencabut ruh orang mu’min tadi dari arah tangan. Tiba-tiba keluarlah SHADAQAH dari tangan tersebut dan berkata, ’Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut ruh orang ini dari arah ini, sebab tangan ini;
a. Terlalu sering mengeluarkan Shadaqah.
b. Sering mengusap kepala anak-anak Yatim.
c. Dan menulis Ilmu Agama’.
3. Malaikat Maut lalu mencoba mencabut ruh dari arah kaki.
Tiba-tiba keluarlah IBADAH, dan kaki berkata, ’Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena kaki ini senantiasa;
a. Mengerjakan shalat, dan berjama’ah.
b. Dan menghadiri majlis-majlis ilmu’.
4. Kembali Malaikat Maut mencoba mencabut ruh dari arah telinga.
Ternyata keluarlah AMAL, dan telinga juga berkata, ’Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena telinga ini senantiasa mendengar bacaan Al-Quran dan Dzikir’.
5. Terakhir Malaikat Maut mencoba mencabut ruh dari arah mata.
Tetapi baru saja hendak menghampiri mata, ternyata keluarlah ILMU MA’RUF, dan mata langsung berkata, ’Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini senantiasa;
a. Mempelajari kitab-kitab Allah.
b. Dan sering menangis karena rindu dan memohon ampun kepada Allah.
Karena semua usahanya gagal, akhirnya Malaikat Maut kembali kepada Allah. Lalu Allah berfirman, ’Wahai malaikatKu, tulislah AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada ruh orang beriman itu’.
Berbekal Asma Allah, Malaikat Maut kembali menghampiri ruh orang mu’min tadi dan menunjukkan tulisan Asma Allah ditelapak tangan sang malaikat. Sesaat kemudian, ruh orang mu’min tadi keluar melalui mulut dengan tenang.
-*-
DETIK-DETIK KEMATIAN MENURUT AL-HADITS
”Apabila telah sampai ajal seseorang itu, maka;
1. Akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik ruhnya melalui kedua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut.
2. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik ruh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar.
3. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik ruhnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar.
4. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik ruh dari dadanya hingga sampai ke kerongkongan dan itulah yang dikatakan saat ’nazak’ (kematian) orang itu.
Sedang dalam hadits lainnya Rasulullah saw., menggambarkan proses sakaratul maut seorang Mu’min, sebagai berikut,
”Saat seorang mu’min itu akan dicabut nyawanya maka datanglah Malaikat Maut.
1. Ketika Malaikat Maut hendak mencabut ruh dari arah mulut maka keluarlah PUASA dan DZIKIR dari mulut orang mu’min itu dengan berkata,
’Tidak ada jalan bagimu mencabut ruh orang ini melalui jalan ini, karena ia senantiasa ber-Puasa dan menjadikan lidahnya ber-Dzikir kepada Allah SWT’. Malaikat Maut lalu melapor kepada Allah, lalu Allah berfirman,
’Wahai Malaikat Maut, cabutlah ruhnya dari arah yang lain
2. Lalu Malaikat Maut kembali mencoba mencabut ruh orang mu’min tadi dari arah tangan. Tiba-tiba keluarlah SHADAQAH dari tangan tersebut dan berkata, ’Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut ruh orang ini dari arah ini, sebab tangan ini;
a. Terlalu sering mengeluarkan Shadaqah.
b. Sering mengusap kepala anak-anak Yatim.
c. Dan menulis Ilmu Agama’.
3. Malaikat Maut lalu mencoba mencabut ruh dari arah kaki.
Tiba-tiba keluarlah IBADAH, dan kaki berkata, ’Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena kaki ini senantiasa;
a. Mengerjakan shalat, dan berjama’ah.
b. Dan menghadiri majlis-majlis ilmu’.
4. Kembali Malaikat Maut mencoba mencabut ruh dari arah telinga.
Ternyata keluarlah AMAL, dan telinga juga berkata, ’Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena telinga ini senantiasa mendengar bacaan Al-Quran dan Dzikir’.
5. Terakhir Malaikat Maut mencoba mencabut ruh dari arah mata.
Tetapi baru saja hendak menghampiri mata, ternyata keluarlah ILMU MA’RUF, dan mata langsung berkata, ’Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini senantiasa;
a. Mempelajari kitab-kitab Allah.
b. Dan sering menangis karena rindu dan memohon ampun kepada Allah.
Karena semua usahanya gagal, akhirnya Malaikat Maut kembali kepada Allah. Lalu Allah berfirman, ’Wahai malaikatKu, tulislah AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada ruh orang beriman itu’.
Berbekal Asma Allah, Malaikat Maut kembali menghampiri ruh orang mu’min tadi dan menunjukkan tulisan Asma Allah ditelapak tangan sang malaikat. Sesaat kemudian, ruh orang mu’min tadi keluar melalui mulut dengan tenang.
-*-
DETIK-DETIK KEMATIAN MENURUT AL-HADITS
Adapun saat tiba ajal menghampiri seseorang, Rasulullah saw. bersabda,
1. ”Nazak (ajal)-nya orang yang beriman, ditandai oleh Malaikat Jibril as. dengan melebarkan sayapnya sebelah kanan, dan terlihatlah tempatnya di Syurga. Sekelika itu juga orang yang beriman tersebut akan lupa kepada mereka yang menunggui dan merawatnya, karena kerinduannya pada Syurga.
2. Sedangkan nazak-nya orang munafik, ditandai oleh Malaikat Jibril as. dengan melebarkan sayapnya sebelah kiri dan terlihatlah tempatnya di neraka. Seketika itu juga orang munafik tersebut sangat ketakutan dan lupa kepada mereka yang menunggui dan merawatnya.
3. Setelah itu terdengarlah penyeru dari sisi Allah Ta’aalaa,
a. Saat ruh telah sampai pada kedua lutut dan pusar. ’Tinggalkan ia supaya beristirahat’.
b. Lalu saat ruh sampai pada kerongkongan, ’Tinggalkanlah ia sampai anggota-anggota badan itu minta izin berpisah dengan anggota badan lainnya’.
c. Disaat itu, mata kanan minta izin dengan mata kiri; tangan kanan dengan tangan kiri; kaki kanan dengan kaki kiri, sambil mengucapkan salam, ’Assalamu’alaikum ilaa yawmil Qiyaamah’. (Semoga keselamatan tetap bagimu sampai hari kiamat)".
-*-
NASEHAT MENGHADAPI SAKARATULMAUT
1. ”Nazak (ajal)-nya orang yang beriman, ditandai oleh Malaikat Jibril as. dengan melebarkan sayapnya sebelah kanan, dan terlihatlah tempatnya di Syurga. Sekelika itu juga orang yang beriman tersebut akan lupa kepada mereka yang menunggui dan merawatnya, karena kerinduannya pada Syurga.
2. Sedangkan nazak-nya orang munafik, ditandai oleh Malaikat Jibril as. dengan melebarkan sayapnya sebelah kiri dan terlihatlah tempatnya di neraka. Seketika itu juga orang munafik tersebut sangat ketakutan dan lupa kepada mereka yang menunggui dan merawatnya.
3. Setelah itu terdengarlah penyeru dari sisi Allah Ta’aalaa,
a. Saat ruh telah sampai pada kedua lutut dan pusar. ’Tinggalkan ia supaya beristirahat’.
b. Lalu saat ruh sampai pada kerongkongan, ’Tinggalkanlah ia sampai anggota-anggota badan itu minta izin berpisah dengan anggota badan lainnya’.
c. Disaat itu, mata kanan minta izin dengan mata kiri; tangan kanan dengan tangan kiri; kaki kanan dengan kaki kiri, sambil mengucapkan salam, ’Assalamu’alaikum ilaa yawmil Qiyaamah’. (Semoga keselamatan tetap bagimu sampai hari kiamat)".
-*-
NASEHAT MENGHADAPI SAKARATULMAUT
1. KHUSNUZHAN KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA
Rasulullah saw. bersabda,
2. MEMBASAHI KERONGKONGAN DENGAN AIR.
Rasulullah saw. bersabda,
3. MENGUCAPKAN KALIMAT SYAHADAT
Mengajarkannya atau mengingatkannya untuk mengucapkan kalimat syahadat yaitu ”Laa ilaaha ilallaahu Muhammadur Rasulullaah”.
Rasulullah saw. bersabda,
4. MENUTUP MATA AHLI MAYIT
Rasulullah saw. bersabda,
5. MENGHADAPKAN KE ARAH KIBLAT
Disunnahkan untuk menghadapkan orang yang tengah sakaratul maut kearah kiblat, jika ia berbaring, maka lambung kanannya diarahkan ke lantai.
6. MENDU’AKAN AHLI MAYIT
Berdu’a agar dosanya diampunin dan dimudahkan keluarnya ruh,
Rasulullah saw. bersabda,
- “Jangan sampai seorang dari kamu mati kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah”.
- ”Bila kamu datang mengunjungi orang sakit atau orang yang akan mati, hendaklah kami berbicara yang baik karena sesungguhnya malaikat mengaminkan terhadap apa yang kamu ucapkan”. (HR. Imam Muslim)
2. MEMBASAHI KERONGKONGAN DENGAN AIR.
”Karena bisa saja kerongkongannya kering karena rasa sakit yang menderanya, sehingga sulit untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.”
(Al-Mughni, 2/450 Ibnu Qudamah)
Rasulullah saw. bersabda,
”Setiap orang yang sedang sakaratul maut pasti merasakan rasa haus teramat sangat sampai hati terasa terbakar”.
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
3. MENGUCAPKAN KALIMAT SYAHADAT
Mengajarkannya atau mengingatkannya untuk mengucapkan kalimat syahadat yaitu ”Laa ilaaha ilallaahu Muhammadur Rasulullaah”.
Rasulullah saw. bersabda,
“Talkinkanlah olehmu orang yang mati dengan kalimat ’Laa ilaaha ilallaahu’. Karena sesungguhnya seseorang yang mengakhiri ucapannya dengan itu ketika matinya, maka itulah bekalnya menuju Syurga”.
(Muttafaq ’alaih)
4. MENUTUP MATA AHLI MAYIT
Rasulullah saw. bersabda,
”Apabila kamu menghadiri orang yang meninggal dunia di antara kamu, maka tutuplah matanya karena sesungguhnya mata itu mengikuti ruh yang keluar dan berkatalah dengan kata-kata yang baik karena malaikat mengaminkan terhadap apa yang kamu ucapkan”.
(HR. Ibnu Majah)
5. MENGHADAPKAN KE ARAH KIBLAT
Disunnahkan untuk menghadapkan orang yang tengah sakaratul maut kearah kiblat, jika ia berbaring, maka lambung kanannya diarahkan ke lantai.
6. MENDU’AKAN AHLI MAYIT
Berdu’a agar dosanya diampunin dan dimudahkan keluarnya ruh,
"Allaahumma inna nas-aluka salamatan fid-din, wa 'afiatan fil-jasad, wa ziyadatan fil-ilmi, wa barakatan fir-rizqi, wa taubatan qablal maut, wa rahmatan 'indal maut, wa maghfiratan ba'dal maut.
Allaahumma hawwin 'alaina fi sakaratil-maut, wan-najata minan-nar, wal'afwa 'indal hisab".
--***--
SUMBER: Materi Pelajaran Padepokan Hikmah Ilham Taqwa - Insan Kamil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar