"Setiap jiwa akan merasakan mati".
(Ali 'Imraan [3]: 185a)
Itulah kenyataan yang harus diterima semua insan bumi. Dimana setiap qt pasti akan memasuki tahap berpisahnya tubuh dengan ruh.
1. KELAHIRAN
Berawal dari sebuah pernikahan yang sah, dilanjutkan dengan hubungan pasutri, masa kehamilan hingga melahirkan.
Lahirlah seorang manusia baru.
2. KEHIDUPAN
Berikutnya berlanjut dengan masa pertumbuhan dan kehidupan.
3. KEMATIAN
Dimasa rapuh atau uzur, manusia dihadapkan kepada dua pilihan; sembuh menjadi kuat lagi, atau semakin melemah sampai wafat.
Bila ia semakin melemah hingga wafat, maka berakhirlah kisah seorang manusia tadi di panggung dunia.
Didalam agama Islam dikatakan bahwa,
Karena seorang manusia ’akan terus hidup’ dan mengalami 7 perjalanan lagi, yaitu:
1. Adzab Kubur.
2. Perjalanan ke Padang Ma’syar.
3. Pengadilan.
4. Penghisaban.
5. Shiratal Mustaqim.
6. Neraka/Syurga.
7. Syurga.
Nah, saat akan mencapai kematian yang normal, setiap qt pasti mengalami apa yang biasa disebut dengan SAKARATUL MAUT.
Berawal dari sebuah pernikahan yang sah, dilanjutkan dengan hubungan pasutri, masa kehamilan hingga melahirkan.
Lahirlah seorang manusia baru.
2. KEHIDUPAN
Berikutnya berlanjut dengan masa pertumbuhan dan kehidupan.
3. KEMATIAN
Dimasa rapuh atau uzur, manusia dihadapkan kepada dua pilihan; sembuh menjadi kuat lagi, atau semakin melemah sampai wafat.
Bila ia semakin melemah hingga wafat, maka berakhirlah kisah seorang manusia tadi di panggung dunia.
Didalam agama Islam dikatakan bahwa,
kehidupan yang sesungguhnya adalah justru sesudah wafat (kematian).
Karena seorang manusia ’akan terus hidup’ dan mengalami 7 perjalanan lagi, yaitu:
1. Adzab Kubur.
2. Perjalanan ke Padang Ma’syar.
3. Pengadilan.
4. Penghisaban.
5. Shiratal Mustaqim.
6. Neraka/Syurga.
7. Syurga.
Nah, saat akan mencapai kematian yang normal, setiap qt pasti mengalami apa yang biasa disebut dengan SAKARATUL MAUT.
Berikut ini beberapa dalil dari Al-Qur’an, Al-Hadits dan Atsar Ulama yang menyatakan keberadaan SAKARATUL MAUT.
1. AL-QUR’AN
a. ”Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): ’Siapakah yang dapat menyembuhkan?’, dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.”
(Al Qiyaamah [75]: 26-30)
b. "Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya."
(Qaaf [50]: 19)
2. AL-HADITS
Didalam beberapa hadits, Rasulullah saw., menggambarkan peristiwa SAKARATUL MAUT dalam sabdanya, sebagai berikut:
a. “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?”
(HR. Imam Bukhari)
b. “Ya Allah Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengambil nyawa dari ruas, sendi, tulang-belulang bahkan dari ujung jari. Ya Allah Tuhanku, mudahkanlah kematian itu untukku.”
(HR. Imam Muslim, dari ’Aisyah ra.)
c. “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang.”
(HR. At-Tirmidzi)
d. ”Setiap orang yang sedang sakaratul maut pasti merasakan rasa haus teramat sangat sampai hati terasa terbakar”.
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
3. ATSAR ULAMA
a. Ali Bin Abi Thalib ra.,
“Seandainya semua air laut di dunia ini di minum oleh seorang yang mengalami sakaratul maut sampai kering air laut itu, sungguh tidak bisa memuaskan dahaga orang tersebut”.
b. Imam Al-Ghazali rhm.,
• “Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”.
• “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh. Ia akan merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, juga dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
c. Ka’b al-Ahbar rhm.,
“Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.
1. AL-QUR’AN
a. ”Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): ’Siapakah yang dapat menyembuhkan?’, dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan), kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.”
(Al Qiyaamah [75]: 26-30)
b. "Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya."
(Qaaf [50]: 19)
2. AL-HADITS
Didalam beberapa hadits, Rasulullah saw., menggambarkan peristiwa SAKARATUL MAUT dalam sabdanya, sebagai berikut:
a. “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?”
(HR. Imam Bukhari)
b. “Ya Allah Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengambil nyawa dari ruas, sendi, tulang-belulang bahkan dari ujung jari. Ya Allah Tuhanku, mudahkanlah kematian itu untukku.”
(HR. Imam Muslim, dari ’Aisyah ra.)
c. “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang.”
(HR. At-Tirmidzi)
d. ”Setiap orang yang sedang sakaratul maut pasti merasakan rasa haus teramat sangat sampai hati terasa terbakar”.
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
3. ATSAR ULAMA
a. Ali Bin Abi Thalib ra.,
“Seandainya semua air laut di dunia ini di minum oleh seorang yang mengalami sakaratul maut sampai kering air laut itu, sungguh tidak bisa memuaskan dahaga orang tersebut”.
b. Imam Al-Ghazali rhm.,
• “Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”.
• “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh. Ia akan merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, juga dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
c. Ka’b al-Ahbar rhm.,
“Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.
--***--
SUMBER: Materi Pelajaran Padepokan Hikmah Ilham Taqwa - Insan Kamil

Tidak ada komentar:
Posting Komentar