SALAM

السلام عليكم ورحمتلاهي وبركاته ومغفراتهو وريذوانهء

Rabu, 23 Oktober 2013

PASCA SAKARATULMAUT

Ada 3 hal yang mengantarkan qt hingga liang lahat, tetapi tidak menemani qt didalam kubur:
1. Harta (Mobil, motor dan foto)
2. Terkasih (Orangtua, Istri, Anak, Kerabat dan Karib)
3. Cinta Dunia.


Ada 4 hal yang tetap menemani qt di alam barzakh hingga waktu berbangkit:
1. Amal Ibadah.
2. Du'a Anak yang Shalih.
3. Ilmu yang bermanfa'at, yang diwariskan dan diamalkan.
4. Rahmat Allah.
(phitik)
-*-






PERJALANAN RUH SETELAH KELUAR DARI JASAD

Sesaat setelah Malaikat Maut selesai mencabut ruh dari tubuh qt, dan mati telah menguasai jasad ini, maka selanjutnya;

1. Ruh Ahli Syurga akan di bawa oleh 70 Malaikat Rahman hingga langit ke-1 untuk bertemu dengan Nabi Adam as. Dari jasadnya tercium bau harum mewangi. Saat itu, seluruh mahluk semesta yang melihatnya (kecuali Jin dan Manusia), memuji dan mendu'akannya. 
Sedangkan, ruh Ahli Neraka akan digiring oleh 70 Malaikat Adzab, menuju Alam Barzakh. Disepanjang perjalanan, ruh tersebut di siksa dan dari jasadnya keluar bau yang sangat busuk, hingga seluruh mahluk semesta yang melihatnya (kecuali Jin dan Manusia), mela’natnya.

2. Setelah itu Malaikat mengembalikan ruh ketengah keluarga dan kerabatnya. Ruh juga dapat melihat, apa yang tengah terjadi atas tubuh dan perasaan kehilangan keluarga atas dirinya.

3. Saat jasadnya dimandikan, ruh berharap, agar orang yang memandikan jenazahnya, boleh memandikannya dengan lembut, dan dengan air sedang (tidak dingin dan tidak panas). Karena kulitnya baru saja terpanggang oleh panasnya sakaratul maut.

4. Saat jenazah dikain-kafankan, ruh berharap, agar orang yang membungkus jasadnya, jangan mengikat terlalu kencang. Karena tulang-tulangnya telah hancur oleh kerasnya sakaratul maut.

5. Saat jenazah diusung ketempat akan dishalatkan,
a. Bila semasa hidupnya adalah orang yang shalih, maka ruhnya akan berkata, ”Segerakanlah aku ke kubur”.
b. Tetapi bila selama hidupnya adalah orang yang munafik, maka ruhnya akan berkata, ”Celaka aku! Ke mana kalian akan membawaku pergi?”
(HR. Imam Bukhari dan Imam Nasaa’i)

6. Selanjutnya, jenazah akan dishalatkan, lalu diusung ke pemakaman, diletakkan dipinggir liang lahat, kemudian dimasukkan ke dalam liang lahat, dimiringkan menghadap Kiblat, diganjal tubuhnya dengan papan, agar tanah tidak langsung menimpa jasadnya dengan keras. Semua peristiwa itu disaksikan ruh tanpa mampu berkata-kata.

7. Dan saat seluruh pen’ta’ziyah’, meninggalkan makamnya, tinggallah ruh sendirian menanti kedatangan Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir, yang akan menanyakan perihal dirinya,
a. Man Rabbuka? (Siapa Tuhanmu?)
Allahu Rabbi. (Allah Tuhanku)
b. Man Nabiyyuka? (Siapa Nabimu?)
Muhammadun Nabiyyi. (Muhammad Nabiku)
c. Ma Dinuka? (Apa agamamu?)
Al-Islamu dini. (Islam agamaku)
d. Man Imamuka? (Siapa imammu?)
Al-Qur'an Imami. (Al-Qur'an Imamku)
e. Aina Qiblatuka? (Di mana kiblatmu?)
Al-Ka'batu Qiblati. (Ka'bah Qiblatku)
f. Man Ikhwanuka? (Siapa saudaramu?)
Al-Muslimun Wal-Muslimat ikhwani. (Muslimin dan Muslimah saudaraku.)

(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Al Barra’ bin ‘Azib ra.)
-*-


KEBERADAAN RUH MU’MIN SAAT DIDATANGI MALAIKAT MUNKAR DAN MALAIKAT NAKIR

Dari Abu Hururah ra., Rasulullah saw. bersabda,

“Sungguh orang mati dapat mendengar suara langkah kaki orang-orang yang pergi meninggalkannya. 
1. Jika ia seorang Mu’min, maka SHALAT berada di dekat Kepalanya, PUASA berada di sebelah Kanannya, ZAKAT disebelah Kirinya, AMAL KEBAJIKAN berada di dekat Kakinya. Dan SHABAR menaunginya.
2. Ia lalu didatangi (oleh malaikat), dan ke-5 Ibadah tersebut akan menolongnya...
3. Selanjutnya ia akan ditanya tentang Rasulullah saw., maka ruh mu’min itu menjawab, ‘Aku bersaksi bahwa ia adalah utusan Allah, dan dia membawa kebenaran dari Allah.’ 
4. Kemudian dibukakan dan diperlihatkan baginya pintu Syurga dan pintu neraka
5. Dan terakhir, kuburnya diluaskan seluas 70 hasta dan diterangi cahaya, jasadnya dikembalikan seperti semula, dan jiwanya dijadikan dalam penciptaan yang baik bagai burung yang bertengger di pohon Syurga.”

(HSR. Ibnu Taimiyah, dari Abu Hatim ra.)
-*-


BEBERAPA AMALAN YANG MERINGANKAN ADZAB KUBUR
Sebenarnya banyak sekali amalan yang dapat qt lakukan, sebagai bekal meringankan adzab saat qt di Alam Barzakh. Dari amalan-amalan tersebut ada 9 yang terutama yaitu:

1. MEMELIHARA SHALAT MA’TUBAH (Fardhu 5)
Rasulullah saw. bersabda,

“Barangsiapa yang memelihara Shalat Ma’tubah, akan dihindarkan dari siksaan kubur; sebaliknya orang yang mengabaikannya maka diwaktu ia mati, mayatnya akan dihimpit Kubur sehingga berselisihlah tulang rusuknya”.

(HR. Ibnu Hajar Al-Haitami, Kitab "Az-Zawaajir")


2. ISTIQAMAH MELAKSANAKAN QIYAMUL LAIL
 (Khususnya di bulan Ramadhan)

Imam Ali Ar-Ridha ra. berkata,


“Hendaknya kamu melakukan shalat malam. Tidak ada seorang pun hamba yang bangun di akhir malam, kemudian ia melakukan shalat 8 raka'at, 2 raka'at shalat syafa’ dan 1 raka'at shalat witir, kemudian ia beristighfar 70 kali dalam qunut (pada shalat witir), kecuali ia diselamatkan dari adzab kubur dan adzab neraka, dipanjangkan umurnya, dan diluaskan rizqinya.” 

(Al-Bihar 87: 161)


3. ISTIQAMAH MEMBACA:



a. SURAH AL-IKHLAS
Terutama dalam kesakitan. 
Dari 'Abdullah bin Asy-Syakhiir ra., Rasulullah saw. bersabda,

“Siapa membaca ‘Qul huwallaahu ahad’ dalam kesakitan yang membawa matinya, tidaklah ia menderita fitnah di dalam kubur dan terpeliharalah dia dari himpitan kubur. Dan di hari kiamat kelak, ia akan dibawa oleh malaikat dengan telapak tangannya hingga terlepas ia dari titian Shirathal Mustaqiim hingga sampai ke Syurga”.

(HR. Imam At-Tabrani)

b. SURAH AL-MULK (Al-Maani'ah)
• Rasulullah saw. bersabda,


“Siapa yang membaca setiap malam ‘Tabaarakallaadzi’, adalah dia akan dicegahkan Allah dari siksaan kubur”.

(HR. Imam An-Nasaa’i)

• Dari Ibnu Abbas ra., Rasullulah saw. bersabda,

"Dialah Surah Pencegah (Al-Maani'ah), yang mencegah pembacanya dari siksa Kubur".
(HR. Imam An-Nasaa'i dan Imam At-Tirmidzi)
• Rasulullah saw. bersabda,
“Surah Al-Mulk itu dapat menyelamatkan penghuni kubur dari adzab kubur”.
(Al-Bihar 92: 313)


4. SHALAT SUNNAH DI AWAL BULAN RAJAB 
Dari Salman Al-Farisi ra., Rasulullah saw. bersabda,

“Jika kamu berada di awal bulan Rajab, hendaknya kamu melakukan shalat (sunnah) 10 raka'at, lalu setiap raka'at sesudah Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (3 kali). Niscaya Allah mengampuni semua dosamu mulai dari hari hukum berlaku atasmu sampai malam ini, Allah akan menjagamu dari fitnah kubur dan azab hari kiamat, dan Allah akan menyelamatkan kamu dari penyakit lepra dan belang ...”

(Al-Iqbal: hal. 629)


5. PUASA SUNNAH DI BULAN SYA’BAN

Dari Ibnu Abbas ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda,


“Barangsiapa yang berpuasa;
a. 9 hari di bulan Sya’ban, 
Malaikat Munkar dan Nakir akan bersikap lembut kepadanya saat bertanya kepadanya. 
b. 10 hari di bulan Sya’ban,
Allah akan meluaskan kuburnya 70 hasta dalam 70 hasta. 
c. 11 hari di bulan Sya’ban,
Akan dipancarkan ke kuburnya 11 pancaran cahaya. 
d. 12 hari di bulan Sya’ban, 
Akan dikunjungi di kuburnya setiap hari oleh 70 ribu malaikat sampai hari kiamat.”

(Tsawabul A’mal: 87)


6. DU’A SEBELUM SALAM, YANG DIAJARKAN RASULULLAH SAW.
Disetiap Shalat, baik fardhu maupun sunnah, saat Tasyahhud Akhir sebelum Salam, Rasullullah saw. senantiasa membaca du’a agar dilindungi Allah SWT, dari 4 perkara. 
Sebagaimana dinyatakan oleh Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda,

“Apabila seseorang di antara kamu selesai dari bacaan tasyahhud akhir, hendaklah ia membaca,

’Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wal mamaati wamin syarri fitnatil masiihiddajjaal’.”

ARTINYA

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari;
• siksa neraka jahannam, 
• siksa kubur,
• fitnah hidup dan mati,
• fitnah kejahatan al-Masih ad-Dajjal.
(HR. Imam Muslim, Abu Daud, An-Nasaa'i, Ahmad bin Hanbal, Abu Awanah dan Ibnu Al-Jaaruud)


7. SHADAQAH
Rasulullah saw. bersabda,

“Sesungguhnya shadaqah itu akan mengurangkan kepanasan (siksaan) kubur, dan sesungguhnya orang mu’min itu akan bernaung dibawah naungan shadaqahnya di Hari Kiamat”.

(HR. Imam At-Tabrani)



8. WAFAT ANTARA KAMIS ASHAR HINGGA JUM’AT ASHARImam Ja’far Ash-Shadiq ra. berkata,

“Barangsiapa yang mati di antara matahari tergelincir pada hari Kamis sampai matahari tergelincir pada hari Jum’at, Allah melindunginya dari himpitan kubur”. 

(Tsawabul a’mal: 231)



9. TANAMAN DIATAS KUBUR
a. Rasulullah saw. bersabda,

”Karena hal ini dapat meringankan ia dari adzab kubur selama ia (tanaman) bersamanya”. 

(At-Tahdzib1: 320)

b. Habib Muhammad Luthfi bin Yahya rhm. berkata,


“Hikmah di balik tanaman yang diletakkan di atas kuburan adalah untuk meringankan adzab si ahli kubur. Karena selama tanaman itu masih hijau, dia (tanaman) bertasbih memujiNya. Hal inilah yang menjadi sebab turunnya rahmat diringankan siksaan si ahli kubur.”

--***--



SUMBER: Materi Pelajaran Padepokan Hikmah Ilham Taqwa - Insan Kamil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar