‘Sya'ban’ adalah nama bulan ke-8 dalam Kalender Hijriyah. Kata Sya’ban sendiri berasal dari kata ’syi’ab’ yang artinya ‘berjalan di atas gunung’.
-*-
Minggu, 01 Juni 2014
IBADAH MALAM NISHFU SYA’BAN
Nishfu Sya'ban berasal dari bahasa Arab. Kata ’Nishfu’ yang berarti; setengah, seperdua, separuh, pertengahan. Sedangkan kata ‘Sya'ban’ adalah nama bulan ke-8 dalam tahun Hijriyah. Dengan demikian Nishfu Sya'ban berarti Pertengahan Bulan Sya'ban.
KIAT MEMINTA MAAF YANG TAK SEMPAT
Shobat,
Bila qt pernah berbuat suatu kesalahan kepada terkasih, kerabat, sahabat, teman maupun orang lain; dan qt hendak meminta maaf, tetapi qt tidak sempat untuk menyatakannya langsung kepada yang bersangkutan. Entah itu disebabkan oleh jarak, tempat, perasaan, waktu maupun kematian.
Bila qt pernah berbuat suatu kesalahan kepada terkasih, kerabat, sahabat, teman maupun orang lain; dan qt hendak meminta maaf, tetapi qt tidak sempat untuk menyatakannya langsung kepada yang bersangkutan. Entah itu disebabkan oleh jarak, tempat, perasaan, waktu maupun kematian.
MUSIK HARAMKAH?
Shahabat,
Pada era milenium saat ini, MUSIK yang terdiri atas Nyanyi dan Lagu; sepertinya tidak dapat dipisahkan didalam kehidupan manusia. Sedari qt masih kanak-kanak, saat duduk dibangku TK hingga SMU, Musik dijadikan mata pelajaran ekstrakurikuler.
Namun didalam Islam, terjadi pro dan kontra mengenai pekerjaan seni yang satu ini.
Dengan kesederhanaan ilmu yang q miliki, q coba untuk mengupasnya untuk kalian, yang disajikan dalam 4 kajian:
1. DEFINISI MUSIK.
2. LANDASAN AL-QUR’AN, AL-HADITS & ATSAR ULAMA.
3. SYARAT HALALNYA MUSIK.
4. KESIMPULAN.
-*-
Pada era milenium saat ini, MUSIK yang terdiri atas Nyanyi dan Lagu; sepertinya tidak dapat dipisahkan didalam kehidupan manusia. Sedari qt masih kanak-kanak, saat duduk dibangku TK hingga SMU, Musik dijadikan mata pelajaran ekstrakurikuler.
Namun didalam Islam, terjadi pro dan kontra mengenai pekerjaan seni yang satu ini.
Dengan kesederhanaan ilmu yang q miliki, q coba untuk mengupasnya untuk kalian, yang disajikan dalam 4 kajian:
1. DEFINISI MUSIK.
2. LANDASAN AL-QUR’AN, AL-HADITS & ATSAR ULAMA.
3. SYARAT HALALNYA MUSIK.
4. KESIMPULAN.
-*-
Selasa, 18 Februari 2014
NASIB DAN TAQDIR (Qadar)
Sering qt salah mengartikan Nasib dengan Taqdir. Padahal keduanya berbeda arti.
KAITAN QADHA’ DAN QADAR
”Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan [Qadha’]) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan (Qadar) Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
(Al-An'aam [6]: 96)
QADAR (Sebuah perenungan sederhana)
“Mereka, yakni para ulama mengatakan, ...
Qadar adalah bagian-bagian dan perincian-perincian dari ketentuan tersebut’.”
(Ibnu Hajar al-Asqalani rhm.)
QADHA’ (Sebuah perenungan sederhana)
“Mereka, yakni para ulama mengatakan, ‘Qadha' adalah ketentuan yang bersifat umum dan global sejak zaman azali (awal), ...
(Ibnu Hajar al-Asqalani rhm.)
KELUARGA BESAR NABI MUHAMMAD SAW
Shahabat,
Berikut ini q bagikan, nama-nama keluarga besar Nabi Muhammad saw.
Berikut ini q bagikan, nama-nama keluarga besar Nabi Muhammad saw.
YANG TERBAIK UNTUK ACARA ALLAH
1. PENAMPILAN
Bila qt hendak menghadiri undangan pernikahan, pasti qt sangat memperhatikan PENAMPILAN qt, dan tentunya sebaik mungkin.
Begitu pula bila qt hendak menghadiri; panggilan pejabat, panggilan atasan, atau panggilan wawancara.
Nah, bagaimanakah bila qt menghadiri perintah Allah, yaitu SHALAT?
Untuk urusan dunia, qt berpenampilan sebaik mungkin, maka tentunya untuk urusan dengan Pemilik dunia ini, seharusnya lebih baik lagi.
Bila qt hendak menghadiri undangan pernikahan, pasti qt sangat memperhatikan PENAMPILAN qt, dan tentunya sebaik mungkin.
Begitu pula bila qt hendak menghadiri; panggilan pejabat, panggilan atasan, atau panggilan wawancara.
Nah, bagaimanakah bila qt menghadiri perintah Allah, yaitu SHALAT?
Untuk urusan dunia, qt berpenampilan sebaik mungkin, maka tentunya untuk urusan dengan Pemilik dunia ini, seharusnya lebih baik lagi.
Tidak perlu baru, atau bagus, yang terpenting suci, bersih dan rapih.
-*-HIJABER SEJATI
Rasulullah saw. bersabda,
”Pada malam Mi’raj, aku menyaksikan…. sejumlah wanita-wanita yang memakai pakaian-pakaian tipis dan menampakkan tubuh (setengah telanjang) dengan wajah-wajah yang tidak tertutupi.
Mereka ini tidak akan memasuki syurga dan tidak akan sampai kepadanya wangi syurga...”.
(Atsaar as-Shadiqiin, Jilid 3)
Langganan:
Komentar (Atom)